Film pendek Indonesia semakin mendapat tempat di panggung perfilman internasional. Berdasarkan riset Cinema Poetica, jumlah film Indonesia yang diputar di festival internasional meningkat dari 73 judul pada 2023 menjadi 126 judul pada 2025. Dari berbagai penghargaan yang diraih film Indonesia di ajang internasional, kategori fiksi pendek menjadi salah satu penyumbang terbanyak.

Perkembangan tersebut turut menjadi ruang bagi rumah produksi independen Playvul NYRA untuk membawa cerita dengan isu sosial ke berbagai festival film dunia.

Melalui tiga film pendek, yakni More Pain, More Gain, Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa, dan Ambang Batas, Playvul NYRA mengeksplorasi sejumlah persoalan sosial melalui pendekatan genre yang berbeda.

Ketiga film tersebut mengangkat isu yang beragam, mulai dari toxic masculinity, kontrol sosial, kultus modern, hingga kekerasan seksual terhadap perempuan.

Baca Juga: Film 'Seni Merayu Tuhan' Angkat Luka Batin dan Pencarian Jati Diri dalam Balutan Drama Coming of Age

More Pain, More Gain, misalnya, menggunakan pendekatan satire dan body horror untuk mengkritik budaya maskulinitas beracun yang berkembang di lingkungan gym dan industri periklanan. Film tersebut meraih penghargaan Winner Short Film Competition di Stockholm International Fantastic Film Festival.

Sementara itu, Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa meraih predikat Winner Tapestry of Indonesia di Balinale 2026. Film tersebut mengangkat persoalan generasi sandwich sekaligus praktik manipulatif kelompok yang menggunakan kedok keluarga.

Film ketiga, Ambang Batas, membawa isu yang berkaitan dengan pengalaman perempuan di ruang publik, termasuk ketegangan psikologis dan ancaman terhadap rasa aman.

Penulis skenario Ambang Batas, Amanda Simandjuntak, mengatakan proses penulisan cerita yang menyentuh isu consent dan kekerasan seksual membutuhkan riset serta diskusi yang panjang.

“Menulis cerita tentang consent dan kekerasan seksual bukan hal yang mudah. Saya ingin penonton merasa dipahami, bukan dihakimi, sehingga proses riset dan diskusi panjang bersama tim menjadi fondasi penting agar cerita ini terasa jujur dan dekat dengan realitas banyak orang,” ujar Amanda.

Menurut Playvul NYRA, film pendek dipilih sebagai medium karena memberikan ruang bagi pembuat film untuk bereksperimen sekaligus menyampaikan isu secara lebih fokus.

Baca Juga: Main di Film ‘Kado untuk Ibu’ , Ini Dia Sosok dan Jejak Karier Dimas Aditya di Dunia Akting

Co-Director Playvul NYRA, Nadina Habsjah, mengatakan format film pendek memungkinkan cerita dengan isu kompleks dikemas secara lebih dekat dengan penonton.

“Medium ini memungkinkan kami menyampaikan keresahan secara lebih fokus dan dekat dengan penonton. Melihat semakin banyaknya film pendek Indonesia yang mendapat tempat di festival internasional, kami percaya ada ruang yang semakin besar bagi cerita-cerita yang berani dan relevan untuk didengar di tingkat global,” ujar Nadina.

Co-Director Playvul NYRA lainnya, Yusgunawan Marto, menilai film pendek juga dapat menjadi medium untuk membuka percakapan mengenai persoalan yang belum banyak mendapat ruang.

“Kami percaya film pendek memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide yang belum memiliki ruang di medium lain. Harapan kami sederhana, semoga film-film ini bisa menjadi awal dari percakapan yang selama ini sulit dimulai,” katanya.

Setelah melalui rangkaian festival internasional, Playvul NYRA kini memperluas akses terhadap salah satu karyanya. Film Ambang Batas telah dirilis melalui kanal YouTube resmi Playvul NYRA dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis.

Produser Playvul NYRA Muhammad Omar Azis mengatakan perilisan melalui platform digital menjadi upaya untuk memperluas jangkauan film yang sebelumnya lebih banyak hadir dalam rangkaian festival.

Baca Juga: Jadi Resita di Film ‘Ketok Mejik’, Yuk Kenalan dengan Ersya Aurelia!

“Setelah menempuh rangkaian festival internasional, film Ambang Batas kini resmi hadir di kanal YouTube Playvul NYRA, sehingga karya yang sebelumnya hanya dapat disaksikan di festival kini dapat dinikmati oleh masyarakat luas secara gratis,” ujar Omar.

Ke depan, Playvul NYRA berencana mengembangkan sejumlah kekayaan intelektual yang telah dimiliki ke dalam format yang lebih panjang. Pengembangan tersebut mencakup film panjang (feature film) maupun serial (series).