Masalah sulit tidur menjadi hal yang cukup sering dialami banyak orang. Pikiran yang masih aktif, stres setelah menjalani aktivitas dan pekerjaan yang menumpuk seharian, hingga kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur bisa membuat mata tetap terjaga meski tubuh sudah terasa lelah.
Berbagai cara pun kerap dilakukan untuk membantu mendapatkan tidur yang lebih nyenyak, mulai dari memperbaiki rutinitas sebelum tidur hingga memperhatikan makanan yang dikonsumsi.
Pisang menjadi salah satu buah yang disebut-sebut dapat membantu tidur menjadi lebih nyenyak saat malam hari. Pisang mengandung nutrisi seperti magnesium dan vitamin B6 yang disebut-sebut dapat meningkatkan relaksasi dan tidur.
Lantas, benarkah buah ini dapat membantu membuat tidur lebih nyenyak? Simak penjelasan ilmiahnya seperti disadur dari laman Health, Sabtu (15/8/2026).
1. Triptofan Bantu Produksi Hormon yang Mengatur Tidur
Salah satu alasan pisang disebut dapat membantu tidur lebih nyenyak adalah kandungan triptofannya. Triptofan merupakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi serotonin dan melatonin, dua senyawa yang berperan dalam mengatur tidur.
Serotonin dikenal sebagai hormon yang berkaitan dengan perasaan nyaman dan bahagia. Selain memengaruhi suasana hati, serotonin juga berperan dalam mengatur pola tidur dan nafsu makan. Sementara itu, melatonin membantu mengatur siklus tidur-bangun dengan memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk beristirahat.
Sejumlah penelitian juga menemukan, makanan yang mengandung triptofan, termasuk pisang dan susu, berpotensi membantu seseorang tidur lebih cepat dan mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Pisang yang sudah matang dan berwarna kuning disebut memiliki kandungan triptofan yang lebih tinggi, sedangkan pisang yang terlalu matang hingga kulitnya mulai kecokelatan mengandung lebih banyak melatonin.
Meski begitu, bukan berarti mengonsumsi pisang akan membuat seseorang langsung mengantuk. Kandungan triptofan dalam pisang tidak cukup tinggi untuk memberikan efek kantuk secara instan seperti anggapan yang selama ini berkembang mengenai makanan tinggi triptofan.
2. Vitamin B6 dan Karbohidrat Meningkatkan Hormon Tidur
Vitamin B dan karbohidrat dalam pisang juga membantu tubuh memproses triptofan, yang dapat meningkatkan produksi hormon tidur lebih lanjut.
Mengonsumsi satu buah pisang matang berukuran sedang mengandung sekitar 0,4 miligram vitamin B6 (piridoksin), yang merupakan 25% dari kebutuhan harian vitamin B6. Vitamin B6 membantu tubuh mengubah triptofan menjadi serotonin, yang pada akhirnya juga dipecah menjadi melatonin.
Pisang juga mengandung sekitar 25 gram karbohidrat. Karbohidrat meningkatkan kadar glukosa darah dan memicu pelepasan lebih banyak insulin, yang memungkinkan lebih banyak triptofan mencapai otak.
Efek ini juga membantu meningkatkan produksi serotonin dan melatonin, yang sangat penting untuk tidur malam yang nyenyak.
3. Magnesium Bantu Tubuh Rileks
Selain triptofan, pisang juga mengandung magnesium, mineral yang berperan dalam membantu tubuh merasa lebih rileks dan mendukung kualitas tidur. Asupan magnesium yang rendah diketahui berkaitan dengan durasi tidur yang lebih pendek.
Magnesium membantu menenangkan saraf dan otot, sehingga tubuh dapat lebih rileks dan siap untuk beristirahat. Satu buah pisang matang dapat menyumbang sekitar 5% dari kebutuhan magnesium harian. Memang jumlah tersebut tidak cukup untuk membuat seseorang langsung mengantuk, tetapi tetap dapat menjadi bagian dari asupan magnesium sehari-hari.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa magnesium dapat mendukung produksi melatonin dan membantu menurunkan kadar kortisol atau hormon stres yang dapat membuat seseorang tetap terjaga. Karena itu, meski satu buah pisang saja tidak akan langsung membuatmu mengantuk, kandungan magnesium di dalamnya tetap dapat memberikan manfaat dalam mendukung kualitas tidur.
4. Kalium Bantu Kurangi Risiko Kram Otot
Pisang juga dikenal sebagai salah satu sumber kalium yang baik. Satu buah pisang dapat memenuhi sekitar 9% kebutuhan kalium harian. Mineral ini termasuk elektrolit yang berperan penting dalam membantu fungsi otot, jantung, dan sel tubuh.
Keseimbangan elektrolit juga berkaitan dengan kualitas tidur. Ketika kadar elektrolit tidak seimbang, seseorang dapat mengalami gangguan yang membuat tidur kurang nyaman. Mengonsumsi pisang dapat menjadi salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan kalium tubuh.
Asupan kalium yang cukup juga dapat membantu otot lebih rileks dan mengurangi risiko kram otot pada malam hari. Dengan begitu, kamu tidak mudah terbangun atau kesulitan mempertahankan tidur akibat rasa tidak nyaman pada otot.
Tapi ingat ya, Growthmates, meskipun mengonsumsi pisang bisa menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kualitas tidur, hal ini bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Menjaga rutinitas tidur yang konsisten tetap menjadi salah satu cara penting untuk mendapatkan istirahat yang lebih berkualitas.