Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menekankan jika penerapan pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) dapat menghemat anggaran namun bisa terjadi manipulasi data.

"Kalau itu pakai e-voting itu kan sebenarnya banyak penghematan-penghematan. Walaupun kemudian kita harus lebih banyak pengkajian dan studi terlebih dahulu," ujarnya kepada wartawan, Senin (19/1/2026) kemarin.

Baca Juga: Tegas! Dasco Tegaskan Tidak Ada Wacana Presiden Dipilih MPR

Baca Juga: Dasco Lapor ke Prabowo, Bahas Perkembangan Isu Hukum di Daerah-Daerah

Menurutnya, terdapat beberapa negara telah menerapakan e-voting, namun terdapat celah keamanan yang dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengubah hasil perolehan suara dalam waktu yang sangat singkat.

"Mengingat bahwa di negara-negara lain juga ada yang dilakukan e-voting tapi juga sebagian partai politik, ini di negara lain ya bukan di sini itu juga kreatif-kreatif, sehingga e-voting-nya itu bisa dalam waktu beberapa jam kadang-kadang hasilnya bisa berubah," terangnya.

Ia menegaskan juga jika kunci utama dari penerapan sistem digital pemilu ialah perlindungan terhadap infrastruktur teknologinya.

Namun, pihaknya menjamin setiap usulan teknis akan masuk dalam pengkajian sebelum diputuskan menjadi regulasi.

"Hal pengamanan dari teknologinya e-voting itu yang juga perlu dikaji. Semua nanti dikaji," tukasnya.