Analisis terbaru yang dikutip Forbes dari laporan Education Law Center (ELC) 2025 menunjukkan bahwa pendanaan pendidikan di Amerika Serikat masih sangat berbeda antarnegara bagian. Laporan yang menggunakan data tahun ajaran 2022/2023 itu menilai seberapa besar dana pendidikan diberikan, bagaimana pembagiannya, serta seberapa serius pemerintah daerah berinvestasi pada sektor pendidikan.

Penilaian dilakukan terhadap 50 negara bagian dan Distrik Columbia melalui tiga indikator utama, yakni jumlah pendanaan per siswa, keadilan distribusi dana bagi siswa miskin, dan besarnya anggaran pendidikan dibandingkan ukuran ekonomi negara bagian (GDP). Hasilnya menunjukkan tidak ada satu pun wilayah yang unggul di semua aspek.

Baca Juga: 'Akses dan Kualitas Jadi Komitmen Transformasi Pendidikan Indonesia'

Cara Penilaian Dilakukan

ELC menghitung dana pendidikan dari pemerintah negara bagian dan lokal, lalu membaginya per jumlah siswa serta menyesuaikannya dengan perbedaan biaya hidup dan gaji guru di tiap wilayah. Selain itu, laporan juga melihat apakah distrik sekolah dengan banyak siswa miskin menerima dana lebih besar, serta berapa persen ekonomi negara bagian yang dialokasikan untuk pendidikan.

Pendekatan ini membantu menunjukkan bahwa kualitas pendanaan tidak hanya soal jumlah uang, tetapi juga soal distribusi dan komitmen kebijakan.

Baca Juga: Pemulihan Sektor Pendidikan Pasca Bencana Sumatra, Kemendikdasmen Minta Tambahan Anggaran Rp5,03 Triliun

Siapa yang Mengeluarkan Dana Terbesar

New York menjadi negara bagian dengan pengeluaran pendidikan per siswa tertinggi, sekitar US$29.440. Posisi berikutnya ditempati Vermont, Distrik Columbia, New Jersey, dan Connecticut.

Di sisi lain, Idaho menjadi yang terendah dengan sekitar US$11.805 per siswa. Selisih antara tertinggi dan terendah mencapai lebih dari US$17.000 per siswa, menunjukkan kesenjangan yang sangat lebar. Wilayah Timur Laut cenderung mendominasi peringkat atas, sementara banyak negara bagian Selatan dan Barat Daya berada di posisi bawah.

Baca Juga: Menggenjot Kualitas Guru Lewat Optimalisasi Anggaran Pendidikan

Beberapa negara bagian menunjukkan peningkatan pendanaan, seperti California, Hawaii, dan Michigan. Namun ada pula yang mengalami penurunan, termasuk Louisiana dan Wyoming. Hal ini memperlihatkan bahwa kondisi ekonomi dan kebijakan lokal sangat memengaruhi investasi pendidikan.

Apakah Dana Dibagi Secara Adil? 

Hanya 17 negara bagian yang dinilai memberi pendanaan lebih besar kepada distrik miskin dibanding distrik kaya, yang disebut sebagai sistem progresif. Utah menjadi contoh paling menonjol karena distrik miskinnya menerima dana jauh lebih besar.

Baca Juga: Apa Saja Efek Shutdown Amerika untuk Indonesia?

Sebaliknya, beberapa negara bagian justru menunjukkan sistem regresif, di mana distrik miskin menerima dana lebih kecil. Connecticut termasuk dalam kelompok ini. Secara nasional, jumlah negara bagian dengan distribusi progresif juga menurun dalam beberapa tahun terakhir, menandakan ekuitas pendanaan semakin melemah.

Komitmen Anggaran Pendidikan

Dari sisi persentase ekonomi yang dialokasikan, Vermont mencatat komitmen tertinggi dengan sekitar 5,44% GDP untuk pendidikan. Sementara North Carolina menjadi salah satu yang terendah.

Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kekayaan wilayah bukan satu-satunya faktor. Negara bagian yang kaya belum tentu mengalokasikan anggaran besar, sementara kebijakan politik dan prioritas anggaran memainkan peran penting.

Dampaknya bagi Siswa

Perbedaan pendanaan berdampak langsung pada kualitas pendidikan, terutama di wilayah yang mendapatkan nilai rendah dalam semua indikator. Distrik miskin berpotensi kekurangan fasilitas, tenaga pengajar, dan program pendukung belajar.

Baca Juga: Tak Bergantung pada Pasar Amerika, Laba Bersih TRIS Naik 20% di Semester I 2025

Situasi ini semakin menantang dengan adanya pengurangan anggaran federal untuk pendidikan, sehingga tanggung jawab pendanaan lebih banyak berada di tangan pemerintah negara bagian.

Laporan tersebut menegaskan bahwa tambahan pendanaan bagi siswa kurang mampu terbukti meningkatkan prestasi akademik. Namun tanpa perbaikan distribusi dan komitmen anggaran, kesenjangan pendidikan di AS berisiko terus melebar.