Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mesti hati-hati dalam merekrut kader.
Hal ini dikatakan sekaligus merespons kabar bergabungnya mantan narapidana kasus korupsi ke salah satu partai politik.
Baca Juga: KPK Ajukan Tambahan Anggaran untuk 2027, Sahroni: Pak, Ajuin Rp5 T, Tanggung Pak!
"Penting bagi setiap partai politik untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dan due diligence dalam proses rekrutmen kader maupun pengisian jabatan politik," katanya seperti dikutip, Rabu (24/6/2026).
Sambungnya, ia pun mengimbau semua partai politik untuk melihat rekam jejak calon kader sebelum bergabung.
Baca Juga: KPK Bakal Panggil Pihak yang Terlibat Proyek Whoosh, Siapa Saja?
"Aspek integritas dan rekam jejak antikorupsi semestinya menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan politik," katanya lagi.
Sementara itu, Juru Bicara PSI Bestari Barus menegaskan Nur Alam belum bergabung, melainkan mengantar anak-istrinya masuk partai itu.
“Jadi beliau katanya bertemu dengan apa Pak Jokowi itu, ya mengisyaratkan akan mendedikasikan putra-putrinya untuk bergabung di PSI, gitu, nganter anak, nganter anak biasa,” tutur Bestari pada Minggu (21/6).
Diketahui, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam merupakan terpidana kasus korupsi yang statusnya masih bebas bersyarat sejak 2024.