Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011–2014, Dahlan Iskan, menyampaikan pesan penting bagi generasi muda Indonesia: kunci keberhasilan bukan semata soal kemampuan, melainkan kemauan yang kuat.
Menurut Dahlan, generasi muda Indonesia memiliki potensi dan kompetensi yang tidak kalah dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Namun, potensi tersebut sering kali tidak berkembang maksimal karena kurangnya tekad dan kemauan untuk benar-benar berjuang.
Ia menegaskan bahwa persoalan utama bukanlah bisa atau tidak bisa, melainkan mau atau tidak mau.
“Di Indonesia ini, dan kita semua, itu paling banyak persoalan sebetulnya, bukan bisa atau tidak bisa. Kalau soal bisa atau tidak bisa, apa bedanya kita dengan bangsa Malaysia? Gak ada bedanya. Apa bedanya kita dengan bangsa Singapura? Tidak ada bedanya,” tutur Dahlan, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Selasa (10/2/2026).
Menurut Dahlan, jika generasi muda memiliki kemauan kuat, mereka bukan hanya mampu bersaing, tetapi juga bisa melampaui negara-negara lain di kawasan.
Untuk menggambarkan pentingnya kemauan, Dahlan menggunakan analogi kadar emas. Ia mengatakan bahwa kemauan seseorang memiliki ‘kadar’ yang berbeda-beda.
“Yang harus kita lakukan adalah mau atau tidak mau. Jadi bukan bisa atau tidak bisa. Kalau mau, pasti bisa,” tukasnya.
Baca Juga: Kisah Dahlan Iskan Didemo Pegawai saat Awal Menjabat Dirut PLN
Ia menjelaskan, seseorang dengan kemauan penuh diibaratkan memiliki kemauan 24 karat.
Sebaliknya, orang yang mengaku ingin berhasil tetapi tidak sungguh-sungguh berjuang, kemauannya mungkin hanya ‘18 karat’ atau bahkan tidak berkarat sama sekali.
“Jadi kalau ada orang mengatakan, dia sudah mau, tetapi tidak bisa, itu harus diragukan kemauannya,” ungkap Dahlan.
Dahlan bahkan menilai bahwa ketika seseorang merasa sudah berusaha namun tetap gagal, hal itu perlu menjadi bahan refleksi terhadap kekuatan tekadnya.
“Kalau ada orang mengatakan, dia sudah mau, tetapi tidak bisa, itu perlu dipertanyakan kemauannya itu berapa karat. Itu saja. Kalau kemauannya 24 karat, pasti bisa,” terangnya.
Menurut Dahlan, setiap orang menghadapi tantangan yang serupa. Namun, perbedaan hasil biasanya bukan terletak pada situasi, melainkan pada seberapa kuat seseorang bertahan dan terus mencoba.
“Tantangan sama, ya pasti akan dapat tantangan. Tapi kalau mau, pasti bisa,” ujar Dahlan.
Karena itu, ia menekankan bahwa hambatan bukanlah alasan utama kegagalan. Yang sering terjadi adalah kemauan yang belum sepenuhnya kuat.
“Persoalan kita yang terbesar adalah banyak orang mengatakan mau, tapi kemauannya itu bukan 24 karat, bahkan kemauannya itu tidak berkarat sama sekali,” pungkasnya.
Baca Juga: Kisah Dahlan Iskan Alami Pecah Aorta