PT Pertamina (Persero) mendukung penuh Program Penataan Anak Usaha BUMN (business streamlining) sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, hingga akhir semester I 2026, Pertamina melanjutkan langkah business streamlining dan telah berhasil menyelesaikan 31 entitas.

"I ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan Pertamina, yang juga sejalan dengan aspirasi Pemerintah dan Danantara. Tujuan akhirnya adalah penguatan ketahanan energi nasional, pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," ungkap Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Perkuat Komitmen Kurangi Emisi Karbon, Pertamina Drilling Tanam 800 Mangrove di Pulau Pari

Menurut Agung, program streamlining menjadi salah satu prioritas strategis Pertamina. Program ini didesain untuk memperkuat fokus pada bisnis inti, membangun keunggulan dan daya saing, sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. ”Program Streamlining tidak berhenti pada aksi korporasi saja, tetapi juga mencakup transformasi untuk meningkatkan keunggulan, memperkuat kualitas tata kelola dan kualitas pelayanan kami kepada publik," jelasnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan, dalam mengelola program streamlining ini, Pertamina memastikan setiap proses yang dilakukan dan keputusan yang diambil memenuhi prinsip-prinsip tata kelola yang baik (Good Corporate Governance), manajemen risiko yang komprehensif, dan kepatuhan terhadap aturan dan UU yang berlaku.

Adanya dukungan dan pengawalan oleh instansi lintas sektoral termasuk APH dan Auditor, semakin memperkuat komitmen Pertamina dalam penataan anak usaha. Selain berkoordinasi dengan APH, Auditor, serta Danantara dan BP BUMN sebagai Pemegang Saham, Pertamina juga bekerja sama dengan berbagai Instansi, Lembaga, dan tentunya internal stakeholders seperti Serikat Pekerja. 

“Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas dukungan dan masukan yang telah diberikan untuk memastikan program streamlining ini tidak hanya dilakukan dengan benar, namun juga mencapai value creation yang ditargetkan,” tutup Baron.