Pekerjaan perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor kini telah rampung dan mulai beroperasi pada 15 Juli 2026. Pengoperasian fasilitas ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kapasitas layanan KRL Commuter Line di salah satu stasiun dengan mobilitas penumpang tertinggi di Indonesia.

Sepanjang semester I 2026, Stasiun Bogor melayani lebih dari 18,4 juta pergerakan pelanggan, atau rata-rata sekitar 102 ribu pelanggan setiap hari sehingga pengembangan infrastruktur menjadi kebutuhan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat. Pengoperasian peron baru ini merupakan hasil proyek perpanjangan peron yang dikerjakan KAI Properti sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan infrastruktur perkeretaapian nasional.

Baca Juga: 78 Juta Orang Naik KRL Bogor, Jadi Jalur Paling Sibuk

Sebelum resmi dioperasikan, fasilitas tersebut telah melalui proses Joint Inspection guna memastikan seluruh aspek konstruksi, sistem pendukung, dan standar keselamatan memenuhi persyaratan operasional. Proyek ini merupakan bagian dari upaya mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line dengan formasi 12 kereta (SF12). Sebelumnya, panjang peron eksisting hanya mampu melayani rangkaian 10 kereta (SF10). Dengan peron yang telah diperpanjang, proses naik dan turun penumpang diharapkan menjadi lebih optimal serta mendukung kelancaran operasional perjalanan kereta api. 

Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Agus Junaedi, menjelaskan bahwa mulai beroperasinya peron baru di Stasiun Bogor merupakan wujud nyata kontribusi KAI Properti dalam menghadirkan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan transportasi publik yang terus berkembang. "Beroperasinya peron baru di Jalur 6, 7, dan 8 menjadi bagian dari komitmen KAI Properti dalam menghadirkan infrastruktur perkeretaapian yang andal dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan fasilitas yang kini mendukung operasional KRL 12 kereta, kami berharap layanan Commuter Line dapat berjalan semakin optimal, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi para pengguna," terang Agus.

Sebagai anak usaha PT KAI (Persero) yang bergerak di bidang pengembangan dan konstruksi infrastruktur perkeretaapian, KAI Properti terus mendukung pembangunan fasilitas yang tidak hanya memenuhi standar keselamatan, tetapi juga mampu meningkatkan keandalan operasional transportasi berbasis rel. Pengoperasian peron baru ini menjadi salah satu bentuk sinergi KAI Group dalam memperkuat kualitas layanan transportasi publik sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

"Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi operasional perkeretaapian dan pelayanan kepada masyarakat. KAI Properti akan terus berkontribusi melalui pengembangan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen mendukung kemajuan transportasi nasional," tutup Agus.