Memilih produk skincare kini tidak semudah mengikuti rekomendasi yang sedang viral di media sosial. Banyak orang justru bingung menentukan produk yang benar-benar sesuai dengan kondisi kulitnya karena belum memahami kebutuhan kulit secara menyeluruh.
Menjawab tantangan tersebut, ERHA Skincare Group meluncurkan Skin AIdentify, teknologi analisis kulit berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang memungkinkan pengguna mengetahui kondisi kulit hanya melalui foto selfie.
Teknologi ini diperkenalkan sebagai bagian dari ekosistem layanan dermatologi ERHA yang telah dikembangkan selama lebih dari dua dekade. Berbeda dengan skin scanner pada umumnya, Skin AIdentify tidak hanya menampilkan kondisi kulit, tetapi juga menghubungkan pengguna dengan solusi perawatan yang sesuai.
Baca Juga: ERHA Resmikan Flagship Channel DermaBeauty Termegah di Indonesia, Hadirkan Layanan Eksklusif
Direktur Brand & Marketing ERHA Skincare Group, Afril Wibisono, mengatakan kehadiran Skin AIdentify merupakan respons atas semakin banyaknya masyarakat yang membeli produk skincare hanya karena mengikuti tren, tanpa mengetahui kebutuhan kulitnya.
"Skin AIdentify berbeda dari skin analysis atau skin scanning yang sudah ada di pasaran saat ini. Alat ini merupakan entry point ke ekosistem dermatologi yang sudah ada di ERHA Skincare, meliputi teledermatologi, klinik ERHA, dan apoteker," ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (02/07/2026).
Menurut Afril, pendekatan tersebut membuat pengguna bisa memahami kondisi kulit secara lebih objektif, berkonsultasi dengan dokter kulit lebih cepat, hingga memperoleh rekomendasi produk maupun tindakan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Baca Juga: Dermatolog ERHA Kenalkan Era Baru Perawatan Kulit dengan Less Pain, Less Marks, and Faster Downtime
Cuma Butuh Selfie, Hasil Keluar dalam Hitungan Menit
Sesuai gaya hidup masyarakat yang serba digital, Skin AIdentify dirancang agar mudah digunakan tanpa harus datang ke klinik.
Pengguna cukup mengunggah foto selfie melalui platform digital, kemudian sistem AI akan menganalisis kondisi kulit dalam hitungan menit.

Tak hanya menentukan tipe kulit, teknologi ini juga mengevaluasi berbagai parameter penting, mulai dari kelembapan, produksi minyak (sebum), kondisi skin barrier, pigmentasi, elastisitas kulit, tingkat kemerahan atau inflamasi, tekstur kulit, bekas jerawat, pori-pori, hingga tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan kulit kendur.
Dengan analisis yang lebih menyeluruh, pengguna diharapkan memiliki gambaran awal mengenai kondisi kulitnya sebelum memutuskan menggunakan produk tertentu.
Bukan Sekadar Kasih Hasil Analisis
Keunggulan lain Skin AIdentify adalah integrasinya dengan layanan ERHA. Setelah hasil analisis keluar, pengguna bisa langsung melanjutkan konsultasi melalui layanan teledermatologi, memperoleh rekomendasi produk, hingga dirujuk ke klinik apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Saat ini, jaringan ERHA telah hadir di 112 kota di Indonesia dan didukung layanan digital clinic untuk memudahkan konsultasi awal secara daring.
"Dari hasil analisis Skin AIdentify, pengguna dapat langsung terhubung dengan ekosistem ERHA yang telah dibangun selama 27 tahun. Pengguna bisa memulai dari telekonsultasi, mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai, hingga mengakses perawatan lanjutan di klinik ERHA apabila kondisi kulit membutuhkan penanganan lebih advanced," jelas Afril.
Bantu Konsumen Lebih Bijak Memilih Skincare
Lewat inovasi ini, ERHA ingin mengajak masyarakat lebih cermat dalam memilih produk perawatan kulit dan tidak mudah tergoda tren skincare viral yang belum tentu sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.
Dengan demikian, Skin AIdentify diharapkan menjadi langkah awal bagi konsumen untuk memahami kebutuhan kulit secara lebih objektif sehingga keputusan memilih skincare maupun perawatan bisa dilakukan berdasarkan kondisi kulit, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang ramai di media sosial.