Di Indonesia, 66% perusahaan telah berinvestasi atau berencana mengadopsi teknologi agentic AI, menandakan AI kini menjadi bagian dari strategi bisnis. Semakin besar ketergantungan terhadap AI, semakin penting pula visibilitas menyeluruh terhadap lingkungan IT.
Meski menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan adopsi AI yang pesat, kesiapan operasional perusahaan di Indonesia belum berkembang pada tingkat yang sama. Sebanyak 69% pekerja di Indonesia telah menggunakan AI dalam satu tahun terakhir, tetapi hanya 16% yang memanfaatkannya setiap hari. Hal ini menunjukkan bahwa banyak organisasi masih berada pada tahap eksplorasi. Tantangan organisasi kini bukan lagi sekadar mengadopsi AI, tetapi memastikan operasional IT memiliki visibilitas yang memadai agar setiap keputusan dapat diambil secara cepat dan tepat.
Baca Juga: 80% Wisatawan Muslim Gunakan Teknologi AI, Malaysia Pertahankan Destinasi Terpopuler
"Banyak organisasi mengira tantangan terbesar mereka adalah kompleksitas. Padahal, yang kami temui di lapangan justru adalah kurangnya visibilitas terhadap keseluruhan lingkungan IT," ujar Hanief Bastian, Technical Manager ManageEngine Indonesia, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Menurut Hanief, investasi AI tidak dapat berdiri sendiri. Organisasi juga perlu memastikan fondasi operasional IT memiliki tingkat visibilitas yang memadai agar setiap keputusan didasarkan pada informasi yang utuh, bukan potongan data yang tersebar di berbagai sistem.
IT Kini Menjadi “Mesin” Pengambil Keputusan
Peran IT kini berkembang melampaui fungsi pendukung operasional. IT menjadi fondasi yang menentukan seberapa cepat bisnis merespons perubahan, menjaga kontinuitas layanan, dan mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Ketika visibilitas masih terfragmentasi, pengambilan keputusan ikut melambat. Sebaliknya, visibilitas yang terintegrasi memungkinkan tim IT mengidentifikasi risiko dan mencegah gangguan sebelum berdampak pada bisnis. Karena itu, semakin banyak organisasi menghubungkan IT service management, monitoring, dan keamanan dalam satu ekosistem untuk membangun operasional yang lebih tangguh.
Melalui pendekatan yang menghubungkan data dari endpoint, jaringan, aplikasi, server, hingga lapisan keamanan dalam satu platform, serta memanfaatkan AI untuk mengidentifikasi hubungan antar insiden, menurut Hanief, solusi seperti ManageEngine membantu organisasi mengurangi decision latency dan mempercepat identifikasi akar penyebab masalah.
Dengan visibilitas yang lebih utuh, tim IT tidak lagi menghabiskan sebagian besar waktunya memilah ribuan alert setiap hari. Mereka dapat lebih fokus pada peningkatan layanan, pengelolaan risiko, dan inisiatif yang memberikan dampak langsung bagi bisnis.