Dan, di tengah maraknya promosi investasi yang menjanjikan keuntungan besar, Deka pun mengingatkan bahwa investasi bukanlah jalan pintas untuk menjadi kaya dalam waktu singkat.
Bahkan, ia menilai banyak orang memiliki ekspektasi yang keliru terhadap pasar saham.
"Gue selalu merasa investasi terbaik itu adalah investasi ke diri sendiri, bukan investasi ke saham,” tegasnya.
Menurutnya, meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas menghasilkan pendapatan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dibanding sekadar mengandalkan modal kecil di pasar modal.
"Setelah lo kumpul 5 juta, lo jangan pernah berpikir bahwa lo bisa kaya dari saham. Itu yang mau gue patahkan dulu,” ungkapnya.
Dikatakan Deka, investasi tetap penting, tetapi harus dipahami sebagai alat untuk menumbuhkan kekayaan secara bertahap, bukan mesin pencetak kekayaan instan.
Dan, bagi investor pemula yang ingin berinvestasi secara sederhana dan terdiversifikasi, Deka menilai ETF (Exchange Traded Fund) dapat menjadi salah satu pilihan yang menarik.
Dengan ETF, investor secara tidak langsung memiliki bagian dari banyak perusahaan besar sekaligus.
"Lo own every single piece of the whole entire market dan menurut gue paling gampang adalah pakai ETF,” terangnya.
Ia pun menggambarkan bahwa melalui ETF, seseorang bisa memiliki eksposur terhadap berbagai perusahaan global hanya dengan modal yang relatif kecil.
"Kalau lo punya saham Samsung, lo punya saham Toyota, lo punya saham Honda, lo punya saham Xiaomi, dan seterusnya sampai Google, Netflix, lo beli semuanya dengan modal 20 ribu,” bebernya.
Konsep ini, lanjut dia, memungkinkan investor mendapatkan diversifikasi yang luas tanpa harus membeli saham satu per satu.
Terakhir, Deka pun mengingatkan bahwa tujuan hidup tidak semata-mata diukur dari besarnya aset investasi yang dimiliki.
"Karena pas kita meninggal, di batu nisan kita nggak ada tulisan saham lo berapa, ETF lo berapa, mobil lo merknya apa, nggak ada semua itu,” tandasnya.
Nah Growthmates, pesan Deka tersebut menjadi pengingat bahwa uang hanyalah alat. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang menggunakan uang untuk membangun kehidupan yang lebih baik, memberikan manfaat bagi keluarga, serta menciptakan dampak positif bagi orang-orang di sekitarnya.
Daripada sibuk terlihat kaya, membangun literasi keuangan, meningkatkan kualitas diri, dan berinvestasi secara konsisten justru menjadi fondasi yang lebih kuat untuk mencapai kebebasan finansial jangka panjang.
Semoga informasinya bermanfaat, ya!
Baca Juga: Strategi Perencanaan Keuangan THR ala Aliyah Natasya