Untuk pertama kalinya, Suahasil Nazara memimpin konferensi pers APBN KITA setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan RI pada 14 September 2026. Dalam kesempatan ini, Suahasil melaporkan kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) periode Juli dan Agustus 2026.
Suahasil Nazara menyebut, defisit APBN tercatat sebesar Rp235,6 triliun atau setara 0,91% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per Juli 2026. Nilai tersebut kembali mebengkak pada periode Agustus yang menembus Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Defisit APBN yang kian melebar mencerminkan bahwa pendapatan negara lebih rendah dibandingkan belanja negara. Suahasil mengungkapkan bahwa pendapatan negara sampai dengan Agustus 2026 tumbuh 25,4% yoy menjadi Rp2.055,6 triliun. Sementara itu, belanja negara naik 17,1% menjadi Rp2.295,7 triliun per Agustus 2026.
"Perjalanan APBN masih on-track dengan defisit Rp240,1 triliun, artinya 0,93% dari PDB kita," ungkap Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KITA di Kemenkeu, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Baca Juga: 180 Derajat Berbeda dari Purbaya, Menkeu Suahasil Bungkam Soal Utang Whoosh
Sebagai informasi, capaian pendapatan negara per Agustus 2026 setara dengan 65,2% dari target APBN sepanjang tahun 2026, sedangkan realisasi belanja negara setara dengan 59,7% dari pagu belanja negara sepanjang tahun ini.
Lebih lanjut, Suahasil menekankan bahwa keseimbangan primer APBN masih tercatat positif dengan nilai Rp154 triliun per Agustus 2026.
"Di akhir Agustus 2026, kinerja APBN kita tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif dan defisit tetap dalam batasan yang terkendali," tambahnya lagi.