Sebuah studi terbaru dari Australia menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi cara yang efektif dan berbiaya rendah untuk membantu seseorang berhenti merokok. Temuan ini memberikan alternatif pendukung yang dapat digunakan bersamaan dengan metode berhenti merokok yang telah terbukti efektif, seperti konseling dan terapi obat.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Adelaide menemukan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi, menekan keinginan untuk merokok, serta meningkatkan peluang seseorang untuk berhasil menghentikan kebiasaan tersebut.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Sport and Health Science yang dikutip Olenka pada Jumat (03/07/2026), para peneliti menganalisis 59 uji coba terkontrol secara acak (randomized controlled trials atau RCT) yang melibatkan lebih dari 9.000 peserta.
Baca Juga: Olahraga Setiap Hari Tanpa Istirahat Bisa Merusak Otot? Ini Penjelasan Dokter Tirta
Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang mengikuti program olahraga memiliki peluang 15% lebih tinggi untuk mencapai abstinensi berkelanjutan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, mereka juga memiliki kemungkinan 21% lebih besar untuk melaporkan tidak merokok selama tujuh hari terakhir.
Studi tersebut juga mengungkap bahwa olahraga mampu mengurangi konsumsi rokok rata-rata hingga dua batang per hari. Bahkan, satu sesi olahraga saja terbukti dapat menurunkan keinginan untuk merokok selama sekitar 30 menit setelah aktivitas dilakukan.
Profesor Carol Maher, peneliti senior dari Universitas Adelaide, menjelaskan bahwa olahraga dapat menjadi strategi yang bermanfaat dalam mengendalikan keinginan merokok dalam jangka pendek. Namun, ia menegaskan bahwa aktivitas fisik sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti, intervensi berbasis bukti seperti konseling dan pengobatan.
Secara global, penggunaan tembakau masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dini yang sebenarnya dapat dicegah. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa konsumsi tembakau menyebabkan sekitar tujuh juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.
Baca Juga: Jarang Olahraga tapi Berat Badan Stabil, Apakah Sehat?
Para peneliti menilai masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui bagaimana olahraga dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam program berhenti merokok di kehidupan nyata.
Selain itu, studi lebih lanjut juga dibutuhkan untuk mengevaluasi peran olahraga dalam membantu pengguna rokok elektronik atau vape menghentikan kebiasaan tersebut.