Musim hujan kerap dianggap sebagai periode ketika kulit tidak membutuhkan perawatan ekstra karena udara terasa lembap. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Kondisi cuaca yang lembap disertai perubahan suhu justru dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari kering, kusam, hingga lebih sensitif.

Pelembap berperan penting dalam menjaga lapisan pelindung kulit (skin barrier), mengunci hidrasi, serta mencegah iritasi dan jerawat, meskipun udara terasa basah. Penggunaan pelembap secara rutin, terutama dengan formula ringan seperti gel atau berbahan dasar air (water-based), dinilai efektif untuk menjaga kesehatan kulit selama musim hujan, terutama setelah kulit terpapar air hujan.

Pelembap Tetap Dibutuhkan di Musim Hujan

Sejumlah faktor di musim hujan justru berpotensi memperburuk kondisi kulit. Udara dingin yang sering menyertai hujan dapat menarik kelembapan alami dari kulit, sehingga menyebabkan dehidrasi. Kulit yang kehilangan kelembapan lebih rentan mengalami kekusaman dan penuaan dini.

Baca Juga: Wardah Luncurkan Recombinant Collagen Gel Moisturizer, Skincare Revolusioner dengan Efek Botox in a Jar

Selain itu, air hujan tidak selalu bersih. Kandungan polutan dan mineral di dalamnya dapat mengganggu keseimbangan pH kulit, sehingga mempercepat hilangnya kelembapan dan memicu sensitivitas, meski setelah mandi atau mencuci wajah.

Dilansir dari Kumparan.com, dokter spesialis dermatologi asal New York, Dr. Samer Jaber, menyarankan masyarakat untuk tetap menggunakan pelembap di musim hujan, namun dengan memperhatikan kandungannya. Ia menekankan pentingnya menghindari produk yang mengandung fragrance karena dapat memicu iritasi dan memperparah kulit kering. Dr. Jaber juga merekomendasikan pelembap dengan kandungan ceramide dan bersifat non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.

Baca Juga: Masih Perlukah Pakai Sunscreen Saat Musim Hujan?

Pelembap juga berfungsi memperkuat skin barrier dengan mencegah penguapan air berlebih dari permukaan kulit (transepidermal water loss). Dengan lapisan pelindung yang terjaga, kulit menjadi lebih tahan terhadap paparan eksternal seperti angin, debu, dan perubahan cuaca.

Di sisi lain, produksi minyak alami kulit pada musim hujan bisa menjadi tidak seimbang. Pelembap yang tepat membantu mengontrol produksi sebum, sehingga kulit tidak terlalu berminyak maupun terlalu kering. Tanpa perlindungan yang memadai, risiko masalah kulit seperti dermatitis atau eksim pun meningkat, terutama pada pemilik kulit sensitif.

Tips Menggunakan Pelembap Saat Musim Hujan

Agar manfaat pelembap optimal, beberapa langkah berikut dapat diterapkan. Pertama, tingkatkan frekuensi penggunaan, setidaknya pada pagi dan malam hari. Jika kulit terasa sangat kering, pelembap dapat digunakan kembali setelah mencuci wajah atau terkena air hujan.

Kedua, pilih formula ringan dengan tekstur gel atau water-based yang cepat meresap dan tidak lengket. Formula ini lebih aman digunakan di udara lembap, terutama bagi pemilik kulit berminyak atau kombinasi.

Baca Juga: 8 Kesalahan saat Melembapkan Kulit dan Cara Mengatasinya agar Hasilnya Maksimal

Ketiga, perhatikan kandungan aktif dalam produk. Bahan seperti hyaluronic acid untuk menarik dan menyimpan kelembapan, ceramide untuk memperbaiki skin barrier, serta glycerin untuk hidrasi jangka panjang dinilai efektif menjaga elastisitas dan kesehatan kulit.

Di tengah intensitas hujan yang tinggi, perawatan kulit tetap perlu diperhatikan. Dengan pemilihan pelembap yang tepat dan penggunaan secara konsisten, kulit dapat tetap terhidrasi, terlindungi, dan terhindar dari masalah musiman akibat perubahan cuaca.