Bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov DKI Jakarta dan Transjakarta, ParagonCorp meresmikan Paragon Empties Station (PES) di Halte Cakra Selaras Wahana (CSW), Jakarta Selatan pada Selasa (7/4) pagi. Peresmian ini sekaligus menjadi kick off resmi kerja sama ParagonCorp dan DLH dalam pengembangan program edukasi serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Jakarta.

Paragon Empties Station merupakan smart drop box berbasis teknologi yang dikembangkan ParagonCorp bersama PlasticPay. Fasilitas ini dapat menerima berbagai jenis kemasan kosong (empties) produk kecantikan yang bermaterial plastik, kertas, kaca, hingga material campuran dari berbagai brand kosmetik dan personal care (perawatan diri), baik yang bernaung di bawah ParagonCorp maupun di luar ParagonCorp.

Baca Juga: Bos ParagonCorp Ungkap Alasan Tak Suka Meeting di Kantor

“Melalui Paragon Empties Station, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa setiap kemasan kosong memiliki potensi untuk dikelola kembali secara lebih bertanggung jawab. Ini bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, melainkan tentang membangun kebiasaan baru dan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan adalah perjalanan yang perlu kita tempuh bersama,” ujar Suci Hendrina, Head CSR ParagonCorp.

PES di Halte CSW merupakan bagian dari total 10 titik awal dalam fase pilot ParagonCorp yang telah tersebar di berbagai lokasi strategis, mulai dari area retail seperti Wardah Store Bintaro Plaza (Jabodetabek) dan Makeupuccino (Bandung), ruang publik seperti Masjid Istiqlal, Paragon Empties Station (PES), dan Masjid Salman ITB Bandung, hingga area perkantoran ParagonCorp. Keberadaan 10 titik ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan kemasan pascakonsumsi yang lebih terintegrasi serta dasar untuk pengembangan lebih lanjut.

Lebih lanjut Suci menjelaskan, PES dirancang sebagai titik kontak edukasi yang mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola kemasan bekas pakai. Ini menjadi bagian dari kolaborasi ParagonCorp dan DLH yang diarahkan untuk membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis komunitas di Jakarta, melalui integrasi edukasi, infrastruktur, serta pelibatan masyarakat secara aktif dalam praktik pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Seiring meningkatnya konsumsi produk perawatan diri, jumlah kemasan juga terus bertambah. Karena itu, perlu didorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab, termasuk memastikan kemasan tidak berakhir sebagai sampah. Kami berharap inisiatif seperti Paragon Empties Station (PES) dapat diikuti oleh pelaku industri lain, sehingga semakin banyak sistem pengumpulan kembali kemasan yang dikelola secara bertanggung jawab,” ujar Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin.

Sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik, Transjakarta turut mendukung inisiatif ini melalui penyediaan ruang publik yang strategis.

“Dengan mobilitas jutaan pelanggan setiap harinya, Transjakarta memiliki peran strategis dalam menghadirkan inisiatif yang tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku. Kehadiran Paragon Empties Station (PES) di halte menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam keseharian masyarakat,” ujar Yungki Syailendra, Head of Commercial Division Transjakarta.

Masyarakat dapat dengan mudah mengembalikan kemasan kosong melalui mesin PES yang selanjutnya akan dikumpulkan, dipilah berdasarkan jenis material, dan diproses secara bertanggung jawab, termasuk untuk dimanfaatkan kembali sesuai dengan karakteristik materialnya. Sebagai bagian dari transparansi dan edukasi berkelanjutan, hasil pengolahan kemasan yang telah didaur ulang juga telah diwujudkan dalam berbagai produk bernilai guna. Informasi mengenai proses dan contoh hasil daur ulang tersebut dapat diakses publik melalui kanal edukasi ParagonCorp, termasuk melalui media sosial @itsparagreen dan @paragonation sebagai landing page edukasi terkait inisiatif keberlanjutan Paragon.