Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bersama ParagonCorp meresmikan pengoperasian ruang rawat inap lantai 9 RSUI pada Rabu (14/10/2026). Kolaborasi ini tidak hanya menambah kapasitas layanan rumah sakit, tetapi juga menghadirkan ruang rawat yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pasien, keluarga, hingga tenaga medis.
Peresmian berlangsung melalui Press Conference pada pukul 09.00-11.00 WIB di Lobby Auditorium, Gedung Anggrek RSUI. Pembangunan lantai 9 merupakan hasil kolaborasi antara Corporate Real Estate Management (CREM) ParagonCorp, KIND, tim RSUI, serta akademisi Departemen Arsitektur Universitas Indonesia.
Ruang tersebut dirancang dengan mengutamakan fungsi sekaligus kenyamanan, sehingga kebutuhan aktivitas medis dapat berjalan beriringan dengan terciptanya lingkungan yang lebih nyaman bagi pasien selama menjalani perawatan.
Menurut dr. Sari Chairunnisa selaku Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, kolaborasi tersebut bermula ketika RSUI menghubungi ParagonCorp sekitar dua tahun lalu terkait pengembangan gedung rumah sakit yang belum seluruh lantainya terbangun.
"Sekitar dua tahun lalu, pihak RSUI menghubungi Paragon bahwa mereka kan gedungnya sudah ada, namun belum semua lantai itu terbangun. Buat Paragon, akses kesehatan itu kan 'everyones responsibility' gitu, jadi kita diberi kesempatan dan kita terima tawarannya untuk membangun lantai 9 ini sebagai langkah untuk menambah kapasita layanan RSUI," ungkapnya.
Baca Juga: Pasien Makin Membludak, Tingkat Keterisian Bed RSUI Capai 90%
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol pada layar interaktif oleh tiga narasumber utama, yakni Direktur Utama RSUI dr. Kusuma Januarto, Sp.OG, Subsp.Obginsos, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DV, FINSDV selaku Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, serta Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU selaku Rektor Universitas Indonesia.
Seremoni kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah dan Dr. Sari Chairunnisa. Peresmian berlanjut ke lantai 9 RSUI melalui pengguntingan pita sebagai simbol mulai difungsikannya ruang tersebut.
Lantai 9 RSUI memiliki dua wing, yakni Centella dan Olive. Area tersebut menyediakan 50 tempat tidur kelas tiga dan dua kamar isolasi. Selain ruang rawat inap, fasilitas yang tersedia mencakup ruang diskusi, ruang tunggu keluarga, mushola, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan RSUI, khususnya bagi pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut setelah mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun pasien dengan perawatan yang telah direncanakan.
Dalam sesi doorstop, dr. Sari menjelaskan bahwa dukungan ParagonCorp dalam kolaborasi tersebut mencakup pembangunan infrastruktur sekaligus pelengkap fasilitas di lantai 9.
"Ya kolaborasinya Paragon akan mendukung pembagunan di lantai 9 ini, kita dukung infrastrukturnya dan juga pelengkapannya. Untuk harapannya, bisa menabah kapasitas pelayanan RSUI dan mengurai antrean pasien di IGD," ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi RSUI dan masyarakat yang membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan.
Sementara itu, Direktur Utama RSUI Dr. Kusuma Januarto menjelaskan bahwa pembangunan lantai 9 dilakukan dalam bentuk hibah dari ParagonCorp. Ia menyebut fasilitas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat, termasuk pasien peserta JKN.
"Karena ini bentuknya adalah hibah, sepertinya tidak elok kalau disebut. Karena ini kan alhamdulillah, hal ini atas keikhlasan dari Paragon yang ingin membantu Rakyat. Kita tahu ruangan ingin diperuntukkann untuk masyarakat. Di RSUI ini 75% melayani pasien yang JKN dan lantai 9 ini digunakan khusus bagi pasien JKN," jelas Kusuma.
RSUI sendiri merupakan rumah sakit pendidikan yang didukung oleh lima rumpun ilmu kesehatan, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, dan Dokter Gigi. Rumah sakit tersebut resmi berdiri pada 2019 dan terus mengembangkan fasilitas untuk mendukung peningkatan kapasitas pelayanan.
Selain pengembangan fasilitas di dalam rumah sakit, Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah juga menjelaskan upaya meningkatkan akses menuju RSUI. Salah satunya melalui rencana pembangunan akses keluar-masuk jalan tol menuju rumah sakit.
"Bulan Januari 2025, kita mengajukan permohonan ke Menteri PU untuk membuka Exit Tol menuju RSUI. Dan di bulan November 2025, kita telah memperoleh izin prinsip untuk membuka Exit Tol masuk ke rumah sakit ini. Saat ini kita sedang memproses untuk izin membangun. Begitu diperoleh, kita akan segera membangun dan untuk investor juga sudah ada," ujarnya.
ParagonCorp Perhatikan Detail Desain Ruang Rawat
Kolaborasi ParagonCorp dan RSUI tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Penataan ruang lantai 9 juga dirancang dengan memperhatikan pengalaman pasien selama menjalani perawatan.
Perancangan ruang berfokus pada perpaduan fungsi dan kenyamanan. Hal tersebut terlihat dari desain interior yang dikerjakan oleh Ajiv Parnata, salah satu pendiri sekaligus Partner PT KIND Indonesia.
Sementara itu, penataan pencahayaan dilakukan oleh Agust Danang Ismoyo, arsitek dan desainer pencahayaan. Material, warna, serta pencahayaan menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang nyaman sekaligus tetap sesuai dengan aktivitas di lingkungan rumah sakit.
Pemilihan pencahayaan pun disesuaikan dengan fungsi setiap ruang dan aktivitas penggunanya. Dengan begitu, desain tidak sekadar memperhatikan tampilan visual, tetapi juga kebutuhan pasien, keluarga, dan tenaga medis yang beraktivitas di dalamnya.
"Ruang yang baik tidak hanya menjawab kebutuhan fungsional, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman orang-orang yang menggunakannya. Karena itu, memahami kebutuhan pasien, keluarga, dan tenaga medis menjadi bagian penting dalam merancang lingkungan perawatan yang nyaman dan mendukung aktivitas di dalamnya," ujar dr. Sari.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan fasilitas kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah tempat tidur. Desain ruang juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendukung proses perawatan.
Melalui lantai 9 RSUI, ParagonCorp dan RSUI memadukan kebutuhan medis dengan aspek kenyamanan dalam satu ruang. Dengan demikian, ruang rawat inap tidak hanya menjadi tempat pasien mendapatkan penanganan, tetapi juga menjadi ruang untuk beristirahat selama menjalani masa perawatan.