Jumlah pasien yang datang ke Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) terus meningkat. Kondisi tersebut membuat tingkat keterisian tempat tidur di RSUI kini mencapai sekitar 90%.

Kondisi itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama RSUI, dr. Kusuma Januarto, Sp.OG, Subsp.Obginsos kepada Olenka pada Rabu (14/10/2026). Ia mengatakan bahwa bed occupancy rate di RS yang ia pimpin sudah sangat tinggi.

"Karena memang di RSUI ini bed occupancy rate-nya juga sudah tinggi, sudah 90 persen," tuturnya.

Tingginya keterisian tempat tidur itu menjadi salah satu alasan RSUI menambah kapasitas layanan rawat inap. Salah satunya melalui pemanfaatan lantai 9 RSUI yang mendapat dukungan infrastruktur dan perlengkapan dari ParagonCorp.

"Ini salah satu bottleneck yang kita buka untuk bisa merawat pasien," ujar dr. Kusuma dalam peresmian layanan rawat inap lantai 9 RSUI.

Baca Juga: Kabar Baik bagi Pasien Diabetes! Insulin Kini Bisa Diakses di Puskesmas dan Di-cover JKN

Lantai 9 tersebut memiliki total 50 tempat tidur yang diperuntukkan bagi pasien rawat inap. Ruangan juga dilengkapi nurse station serta dua ruang isolasi untuk mendukung kebutuhan pelayanan pasien.

Menurut Kusuma, ruang tambahan tersebut dalam waktu dekat sudah dapat difungsikan. Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat membantu RSUI melayani lebih banyak pasien, terutama mengingat rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit tipe A sekaligus rumah sakit pendidikan.

"Ya bukan karena antrean, karena suatu kebutuhan ya. Karena kita mau membantu masyarakat, untuk membantu pasien yang memang banyak yang datang ke RSUI," katanya.

Baca Juga: Prosedur dan Cara Mengaktifkan PBI JKN

Kusuma menyebut sekitar 75% pasien yang dilayani RSUI merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Karena itu, lantai 9 yang baru dikembangkan tersebut juga akan digunakan untuk melayani pasien JKN.

"Jadi bisa kebayangan tadi ruang-ruang itu kita peruntukan untuk JKN yang notabene adalah hampir 99 persen masyarakat Indonesia menggunakan JKN," ujarnya.

Untuk diketahui, dukungan terhadap pengembangan lantai 9 ini datang dari ParagonCorp. Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.DV, FINSDV, mengatakan pihaknya mendukung pengembangan infrastruktur sekaligus melengkapi fasilitas yang dibutuhkan di lantai tersebut.

"Kolaborasinya Paragon men-support pembangunan di lantai 9 ini. Karena lantai 9-nya sudah ada, cuma kita support infrastrukturnya dan juga pelengkapannya," kata Sari.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Harapannya bisa menambah kapasitas pelayanan RSUI dan mengurai antrean pasien di IGD juga saat ini," tandasnya.