Belum genap sebulan meluncur, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dikabarkan sudah menghadapi masalah. Apple disebut memangkas produksi kedua model tersebut sekitar 15% dari rencana pesanan komponen untuk Oktober 2026.
Laporan tersebut pertama kali diungkap Nikkei Asia dan dikutip Reuters pada Kamis (15/10/2026). Penyesuaian produksi disebut terjadi di tengah melemahnya permintaan konsumen yang berhadapan dengan harga iPhone terbaru yang semakin mahal serta lonjakan biaya chip memori.
Kabar ini cukup mencuri perhatian karena iPhone 18 Pro series baru saja diperkenalkan Apple. Namun, alih-alih mempertahankan produksi sesuai rencana awal, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu justru disebut mulai mengurangi pesanan komponennya.
Salah satu persoalan yang menghantui industri elektronik saat ini adalah kenaikan harga chip memori. Permintaan terhadap komponen tersebut melonjak seiring perusahaan teknologi dunia berlomba membangun pusat data untuk menopang pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Mengapa Saham Apple Tetap Menjadi Investasi Favorit Warren Buffett?
Kondisi tersebut membuat persaingan mendapatkan pasokan chip semakin ketat. Produsen ponsel pintar dan komputer pribadi pun ikut terkena dampaknya karena menggunakan komponen serupa.
Sejumlah produsen bahkan mulai menaikkan harga untuk menutup sebagian kenaikan biaya produksi. Apple sendiri sebelumnya menaikkan harga iPad dan MacBook pada Juni 2026 dan menyatakan tidak lagi mampu sepenuhnya menyerap kenaikan biaya chip memori serta penyimpanan.
Harga iPhone terbaru pun ikut naik. iPhone 18 Pro dilaporkan dibanderol mulai US$1.199 atau sekitar Rp21,4 juta, sedangkan iPhone 18 Pro Max mulai US$1.299 atau sekitar Rp23,2 juta.
Artinya, harga kedua model tersebut naik hingga US$100 dibandingkan generasi sebelumnya. Kenaikan harga di tengah tekanan biaya komponen inilah yang disebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi minat konsumen.
Bukan cuma soal harga, strategi Apple dalam meluncurkan lini iPhone terbaru juga disebut ikut memengaruhi pola pembelian.
Apple tahun ini dikabarkan memperkenalkan iPhone 18 Pro series bersamaan dengan ponsel lipat pertamanya, iPhone Duo. Sementara itu, iPhone 18 versi standar dan iPhone Air disebut baru akan meluncur pada tahun depan.
Strategi tersebut membuat pilihan iPhone generasi terbaru yang tersedia saat ini menjadi lebih terbatas. Konsumen yang tidak mengincar model Pro atau ponsel lipat pun masih harus menunggu untuk mendapatkan model lainnya.
Baca Juga: iBox Hadirkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max
Di tengah kondisi tersebut, Apple kini dikabarkan menyesuaikan kembali produksi iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Pemangkasan pesanan komponen sekitar 15% untuk Oktober menjadi sinyal bahwa perusahaan harus lebih berhati-hati membaca permintaan pasar.
Meski begitu, laporan tersebut belum menjadi konfirmasi bahwa penjualan iPhone 18 Pro series benar-benar mengecewakan. Apple juga belum memberikan tanggapan resmi mengenai kabar pemangkasan produksi tersebut.
Dengan harga yang semakin tinggi dan biaya komponen yang ikut melonjak, pertanyaan besarnya kini adalah apakah konsumen mulai berpikir dua kali sebelum merogoh kocek untuk iPhone terbaru.