Pagi (16/9) ini, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 resmi dibuka dan kembali hadir di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Memasuki edisi ke-30, pameran bahan baku makanan dan minuman tersebut hadir dengan mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”. 

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor strategis yang terus menunjukkan kinerja positif dalam pertumbuhan industri nasional. Menurut data Kementerian Perindustrian, pada Semester I 2026, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,77% dan memberikan kontribusi sebesar 41,86% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Baca Juga: SBY Art Community Gelar Pameran 'Art for Peace', Hadirkan 150 Karya Seniman Lintas Generasi

Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, H. Faisol Riza, S.S., M.A., mengatakan, “Capaian menunjukkan industri makanan dan minuman memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan industri nasional dan juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dan meningkatkan daya saing. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, inovasi, dan kolaborasi di sepanjang rantai industri semakin penting untuk dilakukan.”

Faisol menegaskan bahwa kehadiran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia sebagai platform untuk mengakses inovasi bahan baku dan teknologi sekaligus mempertemukan pelaku industri dan pemangku kepentingan dapat membuka peluang kolaborasi dan mendukung pengembangan industri makanan dan minuman agar semakin inovatif, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengatakan, “Kami melihat kebutuhan industri saat ini bukan hanya pada akses terhadap bahan baku, melainkan juga informasi mengenai perkembangan pasar, teknologi, dan peluang bisnis. Pelaku industri perlu aktif mencari mitra, memahami perkembangan terbaru, dan melihat solusi yang dapat mendukung pengembangan usahanya. Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 menjadi one-stop destination bagi pelaku industri untuk bertemu dengan pemasok, calon mitra bisnis, serta melihat langsung berbagai inovasi dan perkembangan yang dapat menjawab kebutuhan industri.”

Sejalan dengan hal tersebut Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI-FGKH IPB Dr. Puspo Edi Giriwono mengatakan, “Dari sisi akademisi dan riset, tantangannya adalah bagaimana pengetahuan dan hasil penelitian dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di industri. Hal ini membutuhkan komunikasi yang lebih dekat antara peneliti dan pelaku industri agar kebutuhan di lapangan dapat menjadi bagian dari arah pengembangan riset, sementara hasil riset dapat diterjemahkan menjadi solusi yang aplikatif. Kehadiran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 dapat mendukung proses tersebut dengan membuka ruang bagi akademisi dan industri untuk bertukar pengetahuan, memahami kebutuhan satu sama lain, serta mengeksplorasi peluang kolaborasi.”

Memasuki edisi ke-30, Fi Asia Indonesia 2026 hadir lebih besar dengan menempati 11 halls, menghadirkan lebih dari 700 exhibitors dan lebih dari 10 country pavilions. Pameran ini memberikan akses bagi pelaku industri Indonesia terhadap berbagai inovasi bahan pangan, teknologi, dan peluang bisnis dari pasar global.

Regional Portfolio Director ASEAN, Informa Markets, Rose Chitanuwat, mengatakan, “Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia merupakan satu-satunya pameran bahan baku pangan terbesar yang menghadirkan berbagai penyedia dari seluruh dunia. Kali ini kami hadir dengan skala yang lebih besar untuk menjawab kebutuhan industri makanan dan minuman. Ini merupakan ajang yang tidak hanya mempertemukan supplier dan buyers, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan dan kolaborasi untuk menjawab perkembangan industri makanan dan minuman di masa depan.”

Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah special features, termasuk Innovation Zone & Tour, Sensory Box, Beverage Hub, Halal Coaching, dan A-to-C (Academic to Commercial). Berbagai program ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengeksplorasi inovasi, memahami perkembangan teknologi dan tren industri, serta menemukan potensi solusi untuk pengembangan produk pangan.

Selain itu, para pengunjung juga dapat mengikuti seminar terkait bahan baku dan tren industri makanan dan minuman antara lain: 

  • Emerging Nutrition Challenges and the Role of Food Innovation in Improving Public Health yang akan dibawakan oleh Dr. Puspo Edi Giriwono;
  • The Rise of Healthy Snack in Indonesia: Insights from Consumer Research yang akan dibawakan oleh Dr. Hendry Noer Fadlillah;
  • Enhancing Dietary Fiber in Instant Noodle yang akan dibawakan oleh Mr. Yonathan Susilo;
  • Innovation Strategies for Creating Global Quality Wellness Products yang akan dibawakan oleh Mr. Patrick Kalona dan Mr. Kinji Sakamoto;
  • Rethinking Sweetness: Health, Policy, and Better Taste with Next-Generation Stevia yang akan dibawakan oleh Dr. Lars O Wiemann.

Fi Asia Indonesia 2026 berlangsung pada 16–18 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Informasi lebih lanjut dan registrasi dapat diakses melalui www.figlobal.com/asia-indonesia.