Obesitas pada anak tidak muncul karena satu faktor saja. Kondisi ini dapat terjadi akibat interaksi antara pola makan, aktivitas fisik, faktor genetik, kebiasaan keluarga, serta lingkungan yang memengaruhi gaya hidup sehari-hari.
Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak.
1. Konsumsi makanan dan minuman tinggi kalori
Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, seperti makanan cepat saji, camilan kemasan, serta minuman manis, dapat meningkatkan asupan energi harian. Jika asupan tersebut berlangsung terus-menerus dan tidak diimbangi kebutuhan energi tubuh, risiko penumpukan lemak dapat meningkat.
Minuman manis juga perlu diperhatikan karena kalorinya dapat bertambah tanpa membuat anak merasa kenyang seperti ketika mengonsumsi makanan padat.
2. Kurangnya aktivitas fisik
Perkembangan teknologi membuat anak semakin mudah mengakses hiburan melalui televisi, ponsel, dan perangkat digital lainnya. Jika waktu di depan layar terlalu panjang hingga mengurangi kesempatan bermain aktif, berolahraga, atau bergerak, pengeluaran energi dapat menurun.
Aktivitas fisik yang cukup diperlukan untuk mendukung kesehatan tubuh, perkembangan otot dan tulang, serta menjaga kebugaran anak.