Menurut Prof. Rini, untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, orang tua perlu memperhatikan dua faktor utama yang tidak bisa dipisahkan, yaitu nutrisi dan stimulasi.

"Dua hal penting dalam meningkatkan perkembangan otak adalah nutrisi dan stimulasi. Dua-duanya harus diberikan seratus persen. Nutrisi penting, tetapi stimulasi juga sama pentingnya," tegasnya.

Stimulasi yang dimaksud adalah stimulasi multimodal yang melibatkan seluruh pancaindra anak, mulai dari sentuhan, suara, penglihatan, hingga interaksi sosial yang dilakukan orang tua setiap hari.

"Orang tua harus memberikan stimulasi melalui pancaindra anak. Mata, telinga, sentuhan, komunikasi, semuanya harus dirangsang dengan baik. Orang tua perlu diajarkan bagaimana memberikan stimulasi yang tepat kepada anak," ujarnya.

Dalam aspek pemenuhan nutrisi, Prof. Rini menegaskan bahwa susu masih memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak hingga usia remaja karena mengandung protein, kalsium, serta berbagai zat gizi penting lainnya.

"Anak perlu minum susu sampai remaja. Pada masa anak dan remaja, tubuh sedang menabung kalsium untuk pembentukan tulang. Karena itu susu tetap penting sebagai salah satu sumber nutrisi yang baik bagi anak," jelasnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan orang tua untuk mewaspadai konsumsi gula berlebih pada anak karena dapat berdampak terhadap fungsi kognitif dan kesehatan metabolik dalam jangka panjang.

"Ternyata ada penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan pada tahun pertama kehidupan dapat memengaruhi kemampuan kognitif anak di usia berikutnya. Konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan juga dapat memengaruhi fungsi memori serta kemampuan belajar," kata Prof. Rini.

Karena itu, ia mengajak orang tua untuk lebih cermat membaca komposisi produk makanan dan minuman sebelum diberikan kepada anak.

"Orang tua sekarang sudah semakin baik dalam membaca label komposisi. Itu harus terus dilakukan. Bukan hanya susu, tetapi semua makanan yang akan diberikan kepada anak. Pokoknya makanan yang ada kemasannya, tolong dibaca dulu komposisinya sebelum diberikan kepada anak," pesannya.

Menutup paparannya, Prof. Rini menegaskan bahwa masa seribu hari pertama kehidupan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan. Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi yang tepat dan stimulasi yang optimal harus menjadi prioritas utama setiap keluarga.

"Dalam seribu hari pertama kehidupan, kita harus memastikan anak mendapatkan nutrisi dan stimulasi yang adekuat. Orang tua harus lebih cermat memilih kualitas nutrisi terbaik untuk anak, bukan hanya susu tetapi juga seluruh makanan yang dikonsumsi setiap hari," pungkasnya.

Baca Juga: Pemenuhan Nutrisi Anak Bukan Sekadar Soal Porsi Makan, Ahli Soroti Kualitas Asupan