Memaknai momentum Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober, Nestlé Indonesia terus memperkuat kontribusinya di sepanjang rantai nilai pangan, mulai dari kemitraan dengan para petani untuk menghasilkan bahan baku berkualitas, penerapan standar keamanan pangan dalam proses produksi, hingga menghadirkan beragam pilihan produk yang relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah kemitraan dengan peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur yang dibangun sejak 1975. Fajar Dewantara, Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia, menjelaskan bahwa bagi Nestlé Indonesia, perjalanan menghadirkan produk berkualitas dimulai dari kesejahteraan para petani dan bahan baku berkualitas.
Baca Juga: Solidaridad Dorong Pengakuan Penuh Petani dan Pekerja Perempuan dalam ISPO dan RSPO
"Sejalan dengan semangat Nyata Bawa Makna, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Nestlé Indonesia dapat berdampak positif yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Untuk itu, hingga saat ini kami terus bermitra dengan petani, pemasok, dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas, sekaligus mendorong praktik pertanian Indonesia yang semakin tangguh dan berkelanjutan,” ujar Fajar, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kemitraan serupa juga dilakukan bersama petani kopi di Lampung sejak 1994. Sejak awal, Nestlé Indonesia telah memberikan edukasi dan pendampingan, serta membuka akses terhadap teknologi, pasar, dan pembiayaan untuk membantu meningkatkan produktivitas petani dan kualitas bahan baku. Saat ini, melalui tim Milk Procurement & Dairy Development dan AgriService, Nestlé Indonesia terus mendorong para petani binaan untuk menerapkan praktik pertanian regeneratif yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ternak, menjaga kesehatan tanah, memperkuat ketahanan lahan pertanian, serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian petani.
Komitmen terhadap kualitas kemudian dilanjutkan melalui proses produksi. Nestlé Indonesia saat ini mengoperasikan empat pabrik di Jawa Timur, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sekitar 93% produk Nestlé Indonesia diproduksi di dalam negeri. Selain memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri, Nestlé Indonesia juga terus memperkuat perannya sebagai basis produksi dan ekspor regional. Hingga saat ini, lebih dari 36.000 ton produk olahan berbagai jenis SKU telah diekspor dari Indonesia ke lebih dari 30 negara, mencerminkan kontribusi Nestlé Indonesia dalam mendukung industri makanan dan minuman nasional serta membawa produk buatan Indonesia ke pasar global.
“Untuk menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang, kami terus mendorong inovasi dalam menghadirkan produk yang relevan dan berkualitas. Kami senang dapat menghadirkan berbagai inovasi yang diproduksi di Indonesia untuk mendukung konsumen menjalani gaya hidup sehat dan aktif, di antaranya BEAR BRAND Collagen & Vitamin C dan MILO PRO,” ujar Fajar.
Tidak hanya melalui produk, Nestlé Indonesia juga berupaya mendampingi keluarga Indonesia dalam membuat pilihan pangan yang lebih baik dan terinformasi. Melalui berbagai program edukasi, kami terus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang, gaya hidup aktif, serta kebiasaan membaca label dan informasi nilai gizi pada produk pangan. Dengan demikian, perjalanan dari petani hingga keluarga Indonesia tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga diiringi upaya untuk membangun pemahaman dan kebiasaan yang mendukung kualitas hidup yang lebih baik.
“Bagi kami, kontribusi terhadap sistem pangan tidak berhenti ketika produk selesai diproduksi. Kami ingin memastikan bahwa apa yang kami lakukan dari hulu hingga hilir dapat memberikan manfaat yang nyata, mulai dari membantu memperkuat mata pencaharian petani dan rantai pasok lokal hingga menyediakan produk berkualitas dan mendukung keluarga Indonesia untuk membuat pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Inilah bagaimana semangat Creating Shared Value kami hadir dalam rantai nilai pangan,” tutupnya.