Monash University, Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Muhammadiyah dalam rapat bulanan Majelis Umum Muhammadiyah pada Rabu, 10 Juni 2026. MoU ini ditandatangani oleh Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Muhammadiyah, dan Prof. Matthew Nicholson, President sekaligus Pro Vice-Chancellor Monash University, Indonesia.

Kesepakatan ini merupakan hasil dari enam bulan pembahasan intensif dan menjadi bukti komitmen bersama Monash University, Indonesia dan Muhammadiyah dalam memajukan pendidikan tinggi, memperkuat kolaborasi penelitian, serta mendorong pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia. Dalam sambutannya pada acara tersebut, Prof. Matthew Nicholson menegaskan komitmen Monash University untuk mendukung ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia melalui kemitraan yang bermakna.

Baca Juga: Monash University, Indonesia dan Sinar Mas Land Gelar NextGen Digital Impact Competition

"Masa depan pendidikan bergantung pada kolaborasi, yakni memadukan keunggulan akademik tingkat dunia dengan kekuatan dan kearifan lokal, sekaligus selaras dengan prioritas nasional. Melalui kemitraan dengan Muhammadiyah ini, kami bertekad membuka peluang yang mampu memperkuat kapasitas riset, melahirkan generasi pemimpin akademik masa depan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia dalam jangka panjang," ujar Prof. Matthew Nicholson.

Salah satu fokus utama dari kemitraan ini adalah rencana penyelenggaraan Muhammadiyah–Monash Talent Accelerator PhD Program (MTAP), sebuah inisiatif pendidikan doktoral yang dikembangkan bersama oleh Monash University, Indonesia dan Diktilitbang Muhammadiyah. Program MTAP merupakan skema pelatihan doktoral dengan sistem bimbingan bersama yang melibatkan universitas-universitas Muhammadiyah, Monash University, Indonesia, dan Monash University, Australia. Pada tahap awal (pilot), lima universitas di bawah naungan Muhammadiyah akan berpartisipasi, masing-masing mengajukan sepuluh kandidat doktor, sehingga terbentuk angkatan perdana berjumlah 50 mahasiswa program PhD. 

Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Muhammadiyah, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan mutu dan daya saing global pendidikan tinggi di lingkungan Muhammadiyah. Ia berharap kemitraan strategis ini memberi nilai jangka panjang bagi pengembangan institusi, memperluas jejaring riset internasional, dan melahirkan pemimpin akademik masa depan yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

"Bagi Muhammadiyah, ini adalah kemitraan strategis. Kami meyakini kolaborasi dengan Monash University, Indonesia memiliki arti penting, khususnya bagi perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat memperkuat mutu akademik, memperluas keterlibatan internasional, serta membuka peluang yang lebih besar bagi dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ujar Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. 

Penandatanganan MoU dilanjutkan dengan pemaparan proposal dan diskusi strategis bersama pimpinan Muhammadiyah serta perwakilan universitas-universitas terkait. Sesi ini membahas langkah-langkah penerapan program MTAP dan upaya memperoleh dukungan jangka panjang, termasuk peluang pendanaan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Seluruh inisiatif tersebut mencerminkan visi bersama untuk membina generasi baru akademisi yang mampu menjawab tantangan kompleks masyarakat melalui riset dan inovasi yang berdampak.