Memasuki tahun ke-7 perjalanannya, Modal Rakyat terus meluncurkan inovasi sebagai platform fintech peer-to-peer (P2P) lending. Modal Rakyat ingin berperan dalam mempercepat inklusi keuangan di Indonesia dengan memberikan solusi keuangan yang lebih inklusif, aman, dan efisien bagi pelaku usaha, UMKM, serta masyarakat luas.

Christian Hanggra, Direktur Utama Modal Rakyat, mengatakan bahwa tujuh tahun terakhir merupakan perjalanan yang penuh tantangan dan pembelajaran. Namun, menurutnya, setiap tantangan justru menjadi bahan bakar bagi Modal Rakyat untuk terus berkembang dan menghadirkan layanan keuangan yang lebih baik.

Baca Juga: Peran Penting Kolaborasi untuk Capai Keseimbangan Pertumbuhan Fintech

"Kami percaya bahwa akses terhadap pembiayaan harus makin mudah, transparan, dan aman. Oleh karena itu, kami terus berinovasi dalam analisis kredit, pengelolaan risiko, serta pengembangan teknologi untuk memastikan layanan kami makin relevan dan berdampak," ucapnya, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (24/3/2025).

Sejalan dengan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan, di dalam waktu dekat Modal Rakyat akan memperkenalkan layanan pinjaman multiguna sebagai langkah strategis untuk menjangkau lebih banyak individu yang berada di kota-kota tier 2 dan 3 yang membutuhkan akses kredit pada tahun ini.

"Layanan ini diharapkan akan menjadi streamline revenue baru bagi Modal Rakyat serta sebagai diversifikasi risiko portofolio produk yang telah kami punya," ujar Christian.

Selain itu, Modal Rakyat terus memperkuat tata kelola perusahaan (GCG) sebagai bagian dari roadmap penguatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi guna menciptakan ekosistem fintech yang lebih sehat dan berkelanjutan.

"Di tahun ke-7 ini, kami makin fokus untuk membawa Modal Rakyat ke tahap pertumbuhan yang stabil dengan fokus kualitas portofolio daripada pertumbuhan pendanaan yang massive dengan mengesampingkan risiko yang tidak dapat dikontrol dengan baik. Dengan menghadirkan layanan pinjaman multiguna, memperkuat tata kelola perusahaan dan sistem, kami yakin dapat menciptakan dampak yang lebih besar dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia," tutup Christian.