Dalam upaya memperkuat keamanan dan kepercayaan di industri fintech Indonesia, Modal Rakyat mengumumkan peningkatan signifikan dalam program anti-fraud dan sistem audit internalnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan kasus penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI) di sektor keuangan Indonesia yang meningkat sebesar 1.550% sejak 2022 hingga 2024.
Ancaman penipuan digital, seperti pencurian identitas dan transaksi palsu, telah menjadi perhatian utama dalam industri keuangan. Menurut temuan terbaru, lebih dari 56% bisnis di Indonesia telah menjadi korban berbagai bentuk penipuan digital. Pinjaman produktif tanpa jaminan aset sering kali menjadi target, terutama oleh perusahaan fiktif atau individu yang menyalahgunakan data orang lain untuk mendapatkan fasilitas pinjaman.
Baca Juga: Accenture Kembangkan Layanan dan Kemampuan Keamanan Siber yang Didukung AI Generatif
Untuk menghadapi tantangan ini, Modal Rakyat mengadopsi pendekatan teknologi, termasuk:
- Customer Due Diligence (CDD): Verifikasi menyeluruh terhadap calon peminjam dan pendana melalui analisis hierarki perusahaan, afiliasi, dan rekam jejak pengurus perusahaan untuk mendeteksi potensi penipuan atau transaksi fiktif;
- Enhanced Due Diligence (EDD): Untuk pengguna berisiko tinggi, langkah tambahan dilakukan seperti pengecekan Anti-Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) menggunakan teknologi API yang canggih;
- Fraud Detection: Sistem pendeteksi penipuan berbasis teknologi seperti Optical Character Recognition (OCR), validation checker, dan analisis rekening koran diterapkan untuk memeriksa keabsahan data.
"Modal Rakyat berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan akses pembiayaan yang inklusif, tetapi juga memastikan seluruh proses dilakukan dengan aman dan transparan," ujar Christian Hanggra, Direktur Utama Modal Rakyat, dikutip Jumat (14/2/2025).
Selain itu, Modal Rakyat memperkuat tata kelola perusahaan melalui audit internal berkala untuk memantau kepatuhan terhadap kebijakan, efektivitas operasional, dan pengelolaan risiko. Langkah tambahan meliputi:
- Sistem Whistleblowing: Pengguna, karyawan, dan pihak eksternal dapat melaporkan aktivitas mencurigakan atau pelanggaran melalui kanal email [email protected];
- Pengawasan Aktif Direksi dan Komisaris: Seluruh proses operasional berada di bawah pengawasan langsung untuk memastikan pencegahan risiko sejak awal.
"Kami menjunjung tinggi kejujuran dan kepatuhan di seluruh aktivitas bisnis kami. Dengan sistem whistleblowing yang terbuka, kami berharap dapat mendorong budaya transparansi dan akuntabilitas dalam industri fintech," tambah Wafa Taftazani, Komisaris Modal Rakyat.