Bank Indonesia (BI) mengeklaim modal asing dari luar negeri kini perlahan balik ke Indonesia setelah sebelumnya sempat terjadi fenomena arus modal keluar atau capital outflow yang terjadi sejak awal tahun. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pasar keuangan domestik kini mulai stabil kembali setelah modal asing itu balik ke RI. Catatan BI total capital inflow mencapai US$3,3 miliar atau sekitar Rp57,09 triliun hingga hingga 30 April 2026. Perry menjelaskan modal asing yang itu mayoritas masuk dalam instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Baca Juga: RUPS Tahunan 2026 Bank Neo Commerce Perkuat Struktur Direksi dan Modal Perseroan

"Aliran masuk modal asing juga masuk hingga 30 April US$3,3 miliar pada SRBI dan SBN setelah outflow US$1,7 miliar di triwulan I 2026," ujar Perry dilansir Jumat (8/5/2026). 

Ia menilai ketahanan eksternal Indonesia masih kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tekanan geopolitik dan gejolak pasar keuangan internasional.

Menurut Perry, kondisi itu ditopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026 serta surplus neraca perdagangan sebesar US$5,5 miliar pada Januari-Maret 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengungkapkan aliran modal asing mulai deras masuk ke Indonesia sepanjang April 2026.

Purbaya mencatat total arus modal asing masuk secara neto mencapai Rp10,4 triliun hingga akhir April 2026. Khusus April 2026 saja, inflow tercatat sebesar Rp38,5 triliun.

Ia merinci dana asing yang masuk ke SBN sepanjang April mencapai Rp13,4 triliun, meski secara tahun berjalan masih mencatat outflow Rp11,7 triliun.

Sementara itu, instrumen SRBI mencatat inflow Rp42,2 triliun pada April dan secara kumulatif mencapai Rp72 triliun sejak awal tahun.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Akan Buka Pendaftaran CPNS Bagi 300 Lulusan SMA untuk Mengabdi di Dirjen Bea Cukai

Di sisi lain, pasar saham masih mencatat arus keluar modal asing sebesar Rp17 triliun sepanjang April 2026, dengan total outflow mencapai Rp49,9 triliun sejak Januari 2026.