Berbeda dengan operasi konvensional, prosedur MitraClip dilakukan melalui kateter yang dimasukkan lewat pembuluh darah di lipat paha tanpa perlu membuka rongga dada. Sebuah alat berbentuk klip dipasang untuk menyatukan bagian katup mitral yang bocor sehingga aliran darah dapat kembali mengalir secara optimal.
Pendekatan minimal invasif ini menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari risiko tindakan yang lebih rendah, waktu prosedur yang relatif singkat, masa rawat inap sekitar dua hingga tiga hari, hingga proses pemulihan yang lebih cepat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Menurut Prof. Yoga, teknologi ini membuka harapan baru, terutama bagi pasien dengan functional mitral regurgitation, yaitu kebocoran katup yang terjadi akibat gangguan fungsi jantung, bukan karena kerusakan struktur katup itu sendiri. Sebelumnya, kelompok pasien ini memiliki pilihan terapi yang sangat terbatas karena tingginya risiko menjalani operasi jantung terbuka.
Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua, mengatakan bahwa kehadiran MitraClip merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan jantung struktural berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia.

"Hadirnya MitraClip menambah kapabilitas Cardiac & Vascular Center Primaya Hospital Kelapa Gading dalam memberikan layanan jantung yang komprehensif, mulai dari diagnosis yang akurat hingga tindakan intervensi yang kompleks. Didukung Cathlab modern, tim multidisiplin, serta dokter-dokter berpengalaman, kami ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat memperoleh terapi jantung berteknologi tinggi tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri," terang dr. Ferry, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (30/6/2026).
Pelaksanaan prosedur MitraClip perdana ini juga menjadi wujud kolaborasi internasional melalui keterlibatan pakar jantung struktural dari Ramathibodi Hospital, Mahidol University, Thailand.
Kerja sama tersebut tidak hanya mendukung keberhasilan tindakan, tetapi juga menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan dan penguatan kompetensi tenaga medis dalam mengembangkan layanan jantung modern di Indonesia.
Melalui hadirnya MitraClip, Primaya Hospital Kelapa Gading semakin memperkuat layanan Cardiac & Vascular Center sebagai pusat penanganan penyakit jantung yang mengedepankan teknologi minimal invasif.
Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pilihan terapi yang lebih aman, efektif, dan berstandar internasional, sekaligus memberikan harapan baru bagi pasien kebocoran katup jantung yang sebelumnya memiliki pilihan pengobatan yang sangat terbatas.
Baca Juga: Primaya Hospital Kelapa Gading Resmi Hadir dengan Fasilitas Unggul Berstandar Internasional