Riset Mendalam dengan Sentuhan Kontemporer
Di balik setiap menu, terdapat proses riset yang serius. Annisa mengungkapkan bahwa pengembangan hidangan dipercayakan kepada tim chef internal, termasuk Chef Uki dari Bandung.
Meski berbasis referensi historis, pendekatan yang diambil tetap fleksibel dengan sentuhan modern.
“Jujur untuk proses research-nya sendiri itu memang dari chef kita yang melakukannya, tapi chef Uki sendiri memang tidak mentah-mentah, pasti melakukan twist,” kata Annisa.
Pendekatan inilah yang sekaligus melatarbelakangi transformasi identitas menjadi Dailah Sajian Kontemporer. Dengan tetap berakar pada kekayaan bahan lokal Nusantara, Dailah menghadirkan interpretasi baru yang relevan dengan selera masa kini.
“Roots kita tetap pada kekayaan bahan-bahan lokal, tapi kita selalu melakukan twist dalam setiap sajian,” imbuhnya.

Menu Nusantara yang Ramah Kantong
Tak hanya unggul dari sisi konsep, harga yang ditawarkan juga tetap terjangkau dan ramah keluarga. Beberapa menu bahkan dirancang untuk porsi berbagi.
“Untuk menu ayam dengan nasi ebi itu di harga Rp90 ribuan dan bisa untuk dua orang, lalu untuk sop pangsit dengan nasi di sekitar Rp110 ribu juga bisa untuk dua orang,” jelas Annisa.
Sementara itu, minuman dibanderol sekitar Rp38 ribu, appetizer di kisaran Rp40 ribu, dan dessert seperti es krim tape berada di harga sekitar Rp50 ribuan.
Annisa menegaskan bahwa Dailah tetap mempertahankan posisinya sebagai restoran keluarga yang menawarkan pengalaman berkualitas dengan harga yang relatif terjangkau, khususnya di kawasan Jakarta Selatan.
Ke depan, Dailah juga membuka peluang untuk menghadirkan konsep kolaborasi ini ke kota lain, termasuk Bandung.
Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama tim Purana.
“Kita pengennya experience yang sama, baik di Bandung maupun di Jakarta, jadi setiap audience punya pengalaman yang konsisten,” tandas Annisa.
Baca Juga: Kolaborasi Purana Home x Dailah Sajian Kontemporer, Angkat Konsep Home Living dan Kuliner Nusantara