PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Program Desa BRILiaN bersama Rabu Biru Foundation (RBF) meluncurkan Program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) di Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman.

Adapun program ini merupakan bentuk investasi sosial yang berfokus pada penguatan layanan Posyandu sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia sejak awal kehidupan.

Melalui kolaborasi ini, BRI Peduli menghadirkan dukungan pendanaan dan penguatan pembangunan desa melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), RBF bertindak sebagai mitra implementasi strategis yang mengembangkan dan menjalankan model penguatan layanan Posyandu berbasis masyarakat.

Baca Juga: Terobosan Jenius, Dua Program Bupati Ini Langsung Sentuh Nadi Ekonomi Masyarakat

Sebagai langkah awal, RBF merevitalisasi Posyandu Matahari di Desa Hargobinangun yang akan menjadi model percontohan penguatan layanan Posyandu dalam Program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK). Posyandu ini diresmikan oleh Vice President CSR BRI Dinne Shovia Tresna bersama Bupati  Kabupaten Sleman Harda Kiswaya didampingi oleh ketua Rabu Biru Foundation Toro Sudarmadi dan Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Niken Wastu Palupi.

Baca Juga: Rayakan Hari Anak Nasional, Generali Indonesia Dorong Anak Peduli Lingkungan dan Cerdas Finansial

"Revitalisasi ini tidak hanya menghadirkan pembaruan sarana dan prasarana, tetapi juga mentransformasikan Posyandu menjadi pusat layanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi, penguatan kapasitas kader serta pendampingan keluarga pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Kedepan, Posyandu Matahari diharapkan menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai daerah dalam mendukung penguatan layanan primer dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045," ujar Dinne Shovia Tresna dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Menurut Dinne Shovia Tresnan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan fase paling krusial dalam kehidupan manusia yang menentukan kualitas kesehatan, perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga daya saing bangsa di masa depan. 

"Oleh karena itu, investasi pada periode ini merupakan investasi jangka panjang bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045," ucap Dinne Shovia Tresna

Ketua Rabu Biru Foundation Toro Sudarmadi menegaskan bahwa penguatan Posyandu perlu dipandang lebih luas dari sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar rutin.

"Posyandu harus menjadi pusat layanan 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat, tetapi juga memperkuat edukasi gizi, pemberdayaan kader, dan pendampingan keluarga. Dari Posyandu yang kuat, kita membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul," ujar Toro Sudarmadi.

Vice President CSR BRI menambahkan bahwa investasi sosial yang dilakukan BRI Peduli melalui Program Desa BRILiaN merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui intervensi pada periode yang paling menentukan.

"Melalui Program Desa BRILiaN 1.000 HPK, BRI Peduli berinvestasi pada periode paling menentukan dalam kehidupan manusia. Kami percaya, setiap anak yang tumbuh sehat sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan adalah investasi terbaik menuju Indonesia Emas 2045," jelas Dinne

Bupati Kabupaten Sleman menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan memerlukan kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

"Keberhasilan Program 1.000 HPKmembutuhkan kolaborasi semua pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan setiap ibu dan anak memperoleh layanan terbaik sejak awal kehidupan.Program Desa BRILiaN 1.000 HPK dikembangkan sebagai model kolaborasi yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia." ungkap Bupati.

Sambungnya, selain memperkuat layanan Posyandu, program ini membangun koordinasi antara pemerintah desa, puskesmas, Dinas Kesehatan, sektor swasta serta masyarakat sehingga setiap intervensi pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita dapat dilakukan secara lebih terarah, terukur dan berkelanjutan.

Melalui Program Desa BRILiaN 1.000 HPK, BRI Peduli dan Rabu Biru Foundation berharap dapat menghadirkan model investasi sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi semakin banyak mitra pembangunan untuk berkolaborasi dalam memperkuat Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Indonesia.