Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengendus indikasi bisnis terselubung di balik masalah sistem pajak Coretax yang hingga sekarang ini sangat sukar diakses publik.
Indikasi itu mencuat setelah Purbaya menemukan adanya aplikasi atau software tambahan yang dipakai untuk mempermudah mengakses Coretax. Aplikasi pihak ketiga itu kini telah banyak digunakan perusahaan besar untuk bisa mengakses sistem Coretax.
Baca Juga: Harga BBM di Asia Meroket, Purbaya Pastikan RI tetap Stabil
“Rupanya ada service software atau aplikasi yang menghubungkan Coretax dengan nasabah. Kalau pakai itu, lancar. Jadi saya curiga Coretax dibuat kusut,” ungkap Purbaya dilansir Kamis (26/3/2026).
“Yang setelah seperti itu, mungkin memang dibuat ruang supaya ada bisnis. Nanti kita akan betulin. Nanti kita beresin,” tambahnya.
Ia menekankan, pemerintah akan memastikan sistem Coretax tidak bergantung pada pihak ketiga yang memanfaatkan celah akses, sehingga seluruh wajib pajak dapat melaporkan pajak secara setara.
Pemerintah telah menyiapkan tim khusus untuk memperbaiki sistem secara berkelanjutan.
“Untuk yang kusut-kusut tadi yang berputar-putar, kami akan pastikan tidak memakai service dari perusahaan tertentu. Sistem Coretax itu sendiri akan diperbaiki terus-menerus,” katanya.
Purbaya sendiri telah menjajal Coretax tanpa aplikasi tambahan tersebut, hasilnya ia nyaris tak bisa masuk ke dalam sistem Coretax untuk untuk melaporkan SPT Tahunan.
Purbaya menyebut dirinya sangat kesulitan, ia bahkan mencoba login beberapa kali tetapi gagal, bahkan ketika sudah berhasil login sistem kerap berputar dan tidak memberikan instruksi jelas kepada pengguna.
“Terus terang saya tidak mengisi sendiri. Saya ditemani petugas pajak. Masuk, muter lagi. Kadang-kadang sistemnya berputar, enggak ada petunjuk,” ujarnya.
Purbaya menegaskan, masalah ini terindikasi disengaja oleh pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan sendiri, tetapi di sisi lain dampaknya sangat serius, para wajib pajak justru menjadi malas melaporkan SPT Tahunan lantaran sistem Coretax dianggap bobrok.
Jika tak ada kesengajaan, masalah seperti ini kata Purbaya seharusnya telah dideteksi sejak awal pada tahap uji coba sebelum sistem ini dipublikasikan.
“Ini harusnya diuji sejak awal, tetapi saya tidak tahu kenapa pengujian itu tidak dilakukan. Sekarang sedang kami perbaiki,” jelasnya.
Purbaya juga menyoal desain sistem Coretax yang disebutnya hanya menyulitkan masyarakat awam.
Baca Juga: IHSG Anjlok Rupiah Melemah, Purbaya: Boro-boro Krisis Resesi Aja Belum
Bahasa antarmuka dan tampilan sistem dianggap membingungkan, sehingga perlu penyesuaian agar dapat dipahami pengguna non-teknis.
“Pertama salah desain. Itu kan interface ke publik, kenapa sulit?” pungkasnya.