Politisi senior Rachmat Gobel telah berpulang setelah berjuang melawan sakit yang diderita. 

Pengusaha sukses yang pernah menjabat Menteri Perdagangan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2014-2015 itu meninggal dunia di Jakarta pada Jumat (10/7/2026). 

Pewaris Kelompok Usaha Gobel 

Lahir di keluarga pengusaha, anak kelima pasangan Drs H Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel itu sejak kecil memang sudah digembleng dan dipersiapkan menjadi penerus kelompok usaha Gobel yang dirintis orang tuanya.

Baca Juga: Prabowo Soroti Penanganan Korupsi oleh Kortas Tipikor

Ia bahkan telah dilatih dan diarahkan sejak usianya masih sangat belia. Meski menjadi putra mahkota yang bakal mewarisi usaha keluarga, namun pria kelahiran Gorontalo pada 3 September 1962 itu tidak dididik dengan kemewahan.

Justru sebaliknya, ia digembleng lewat cara-cara yang tak lazim, tidak seperti anak pengusaha pada umumnya. Rachmat Gobel dilatih lewat kehidupan sederhana yang cenderung keras. Itu sebabnya Rachmat Gobel kelak tumbuh menjadi salah satu anak paling sukses di keluarganya.

Alih-alih langsung diberi jabatan mentereng di perusahaan keluarga itu, Rachmat Gobel malah disuruh merangkak dari bawah. 

Berbagai jabatan mulai dari menjadi tukang bersih-bersih hingga jabatan manajerial semuanya ia jajal secara bertahap sejak ia masih duduk di bangku SMP.

Jabatan tertingginya adalah Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel yang sekarang bernama PT Panasonic Manufacturing Indonesia.

Didikan itu berimplikasi besar pada karakter Rachmat Gobel yang di kemudian hari tumbuh menjadi pengusaha sukses yang selalu berpegang teguh pada prinsip pembinaan dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Rachmat Gobel di berbagai kesempatan mengatakan, bahwa rahasia sukses seluruh usaha keluarganya terletak pada kualitas SDM bukan pada kualitas produk. Dia yakin SDM unggul bakal melahirkan produk yang unggul pula.

Terjun ke Politik

Sukses mencatatkan namanya sebagai salah satu pengusaha sukses, Rachmat Gobel memulai langkah baru, bukan di dunia usaha, ia memilih terjun ke dunia politik. 

Keputusan itu berangkat dari satu tujuan mulia, dengan terjun ke politik ia bisa lebih banyak menolong sesama. Ruang gerak untuk membantu orang lain ketika menjadi pengusaha terlampau terbatas.

Keputusannya terjun ke politik mendapat respons positif, niat baik itu dibalas sambutan antusias masyarakat Gorontalo yang langsung memberinya 146.067 suara dari total 721.032 suara di Provinsi Gorontalo pada Pemilu 2019.

Rachmat Gobel kemudian melenggang ke Senayan lewat Partai NasDem untuk periode 2019-2024.

Kepercayaan masyarakat Gorontalo yang diletakan di pundaknya senantiasa dipikul dan dirawat penuh kesungguhan. Semua budi baik rakyat Gorontalo ia balas lewat perjuangan keras di DPR. 

Itu sebabnya, Rachmat Gobel sangat dihormati dan dicintai masyarakat di Tanah Kelahirannya.

Di kampung halamannya ia bahkan dijuluki "Ti Bulilango Hunggia" yang berarti "Pemberi Cahaya Negeri" sebab dianggap sebagai pewujud harapan masyarakat Gorontalo.

Baca Juga: Kortas Tipikor Kebut Pengungkapan Tiga Kasus Korupsi, Harus Didukung atau Patut Dicurigai?

Di dunia politik Rachmat Gobel sukses mencatatkan sederet pencapaian gemilang, Tak hanya menggapai posisi Wakil Ketua DPR RI, ia juga pernah menjadi Menteri Perdagangan di era Presiden Jokowi serta sempat duduk di pucuk pimpinan partai sebagai Wakil Ketua Umum.