Di sana, dia menghadiri upacara Hari Peringatan Holocaust, mengunjungi Tembok Barat, dan bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kunjungan itu memicu kritik di Iran terutama setelah Perang 12 Hari pada Juni tahun lalu. Ia dicap sebagai "pengkhianat" oleh tokoh oposisi Iran, termasuk beberapa tahanan politik terkemuka Teheran.