Kemajuan teknologi di bidang kesehatan terus menghadirkan berbagai inovasi untuk mendukung penanganan kanker yang lebih efektif. Salah satu teknologi yang kini banyak dimanfaatkan adalah Next Generation Sequencing (NGS), metode pemeriksaan genetik yang dapat membantu dokter menentukan terapi kanker secara lebih tepat dan personal.
Humas RS Kanker Dharmais, Anjari Umarjianto, menjelaskan bahwa sebelum pasien mendapatkan terapi, proses pertama yang harus dilakukan adalah memastikan diagnosis kanker melalui pemeriksaan yang sesuai.
Menurutnya, penegakan diagnosis kanker dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium patologi anatomi yang hingga saat ini masih menjadi standar utama atau gold standard dalam menentukan apakah suatu tumor merupakan kanker atau bukan.
"Untuk menentukan apakah suatu penyakit atau tumor merupakan kanker, harus dilakukan penegakan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium patologi anatomi. Itu menjadi gold standard untuk memastikan apakah tumor tersebut merupakan kanker atau bukan," ujarnya kepada Olenka seperti dikutip pada Sabtu (06/06/2026).
Setelah diagnosis kanker ditegakkan, pasien dapat menjalani pemeriksaan lanjutan untuk membantu menentukan pilihan pengobatan yang paling sesuai. Salah satu metode yang digunakan adalah Next Generation Sequencing atau NGS.
Anjari menjelaskan bahwa NGS merupakan pemeriksaan berbasis genetik yang dapat dilakukan melalui sampel darah maupun jaringan tubuh pasien. Melalui metode ini, dokter dapat memperoleh informasi yang lebih rinci mengenai karakteristik genetik kanker yang diderita pasien.
Baca Juga: Hari Kanker Ovarium Sedunia: Perut Kembung yang Tak Kunjung Hilang Bisa Jadi Tanda Bahaya
"Ketika pasien diperiksa menggunakan NGS, baik melalui sampel darah maupun jaringan, maka dapat ditentukan terapi yang lebih presisi atau lebih personal," katanya.
Ia menambahkan, salah satu keunggulan utama NGS terletak pada kemampuannya menganalisis banyak gen sekaligus dalam satu kali pemeriksaan.
Sebelum teknologi ini berkembang, pemeriksaan genetik umumnya dilakukan secara bertahap, yakni satu gen untuk setiap pemeriksaan. Jika diperlukan analisis terhadap gen lain, pasien harus menjalani tes tambahan.
Berbeda dengan metode konvensional tersebut, NGS memungkinkan pemeriksaan puluhan gen secara bersamaan melalui satu panel pengujian.
Baca Juga: Gaya Hidup Modern Picu Kanker Payudara di Usia Muda, Ini Faktanya
"Dalam sekali pemeriksaan NGS, bisa dianalisis hingga 45 gen sekaligus dalam satu panel. Ini berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya yang umumnya hanya melihat satu gen dalam satu kali tes," jelas Anjari.
Kemampuan tersebut memungkinkan dokter memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai profil genetik kanker dalam waktu yang lebih singkat. Dengan demikian, keputusan terapi dapat dilakukan lebih cepat dan lebih tepat sesuai kondisi masing-masing pasien.
Menurut Anjari, inilah alasan mengapa NGS semakin banyak digunakan dalam penanganan kanker modern. Selain memberikan informasi yang lebih lengkap, teknologi ini juga mendukung pendekatan pengobatan yang lebih presisi dan terpersonalisasi.
"NGS membantu pasien mendapatkan terapi yang lebih cepat dan lebih tepat karena berbagai informasi genetik dapat diperoleh dalam satu kali pemeriksaan," pungkasnya.