Growthmates, istilah healing dan coping mechanism ternyata memiliki makna yang berbeda dalam konteks kesehatan mental. Meski sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, keduanya merujuk pada proses yang tidak sama.
Founder Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., FRSPH menjelaskan bahwa coping mechanism merupakan cara seseorang menghadapi stres sehari-hari. Bentuknya pun bisa bermacam-macam, mulai dari olahraga, menulis jurnal (journaling), hingga berbicara dengan teman terdekat.
Menurut Dokter Ray, coping mechanism dapat diibaratkan sebagai “alat harian” yang membantu individu mengelola tekanan atau emosi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, healing merupakan proses yang lebih dalam karena berkaitan dengan pemulihan luka psikologis. Proses tersebut membutuhkan waktu yang lebih panjang dan idealnya dilakukan berdasarkan diagnosis medis atau penanganan yang tepat.
“Coping itu seperti alat harian, sedangkan healing adalah perjalanan pemulihan yang prosesnya lebih panjang,” jelasnya seperti Olenka kutip, Minggu (10/5/2026).
Baca Juga: Rekomendasi Area Olahraga Outdoor di Jakarta, dari Latihan hingga Healing
Ia mengatakan, konsep healing yang populer di media sosial seperti liburan, me-time, atau mencari suasana alam memang bisa membantu seseorang merasa lebih baik, terutama bagi individu yang kondisi mentalnya masih sehat dan hanya membutuhkan waktu beristirahat sejenak.