Selain aktivitas penyakit, lanjut dr. Sandra, faktor lain dari sisi medis juga dapat memperburuk rasa lelah, salah satunya anemia atau kadar hemoglobin yang rendah.
“Kemudian banyak faktor yang lain dari sisi penyakitnya. Misalnya kalau dia anemia, HB-nya rendah, itu juga dia akan lelah,” kata dr. Sandra.
Tak hanya kondisi medis, dr. Sandra juga mengatakan bahwa pola hidup sehari-hari juga memiliki peran penting dalam membantu penderita lupus merasa lebih bugar.
Ia pun menekankan pentingnya menjaga pola makan sehat dan bergizi seimbang.
“Hal yang mempengaruhi supaya dia lebih bugar adalah konsumsi makanan yang bergizi dan pengaturan pola makan yang baik,” ujarnya.
Selain itu, olahraga teratur juga dianjurkan untuk membantu menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan energi. Namun, aktivitas fisik tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
“Kemudian yang kedua berolahraga teratur,” tambahnya.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengelola stres dan menjaga kualitas tidur. Menurut dr. Sandra, stres yang berkepanjangan dapat memperburuk rasa lelah pada penderita lupus.
“Kemudian manajemen stres juga penting. Kalau orangnya stres pasti akan lelah berkepanjangan dan tidur yang cukup. Itu yang bisa dilakukan,” tutup dr. Sandra.
Baca Juga: AstraZeneca Indonesia dan Siloam Hadirkan Inovasi AI Pertama untuk Transformasi Layanan Kanker