Masih banyak masyarakat yang memiliki stigma dan kekhawatiran terhadap penderita Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang lebih akrab dikenal sebagai penyakit lupus.

Tidak sedikit yang mengira penyakit autoimun kronis ini dapat menular melalui kontak langsung atau interaksi sehari-hari. Padahal, lupus merupakan penyakit autoimun yang sama sekali tidak menular.

Terkait hal itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR., menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut untuk berdekatan ataupun berinteraksi dengan pasien lupus.

“Lupus ini penyakit autoimun dan tidak menular. Jadi jangan takut berdekatan dengan pasien lupus,” tutur dr. Sandra, saat acara World Lupus Day Media Conference oleh AstraZeneca di Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).

Lupus sendiri merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuhnya sendiri.

Baca Juga: AstraZeneca Dorong Inovasi Terapi Lupus (SLE) untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien

Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai organ, mulai dari kulit, sendi, ginjal, hingga organ lainnya. Namun, lupus bukan penyakit infeksi sehingga tidak dapat menular dari satu orang ke orang lain.

Karena itu, dr. Sandra mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para penyintas lupus agar mereka dapat menjalani pengobatan dan kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

“Kita harus berdekatan dan berdampingan, serta memberikan dukungan pada pasien lupus,” katanya.

Menurut dr. Sandra, interaksi sosial dan dukungan dari lingkungan sekitar sangat penting bagi penderita lupus. Sikap menjauh atau mengucilkan justru dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien.

Ia kembali menegaskan bahwa seseorang tidak akan tertular lupus hanya karena berada di dekat pasien atau melakukan kontak langsung.

“Jadi Anda tidak akan terkena lupus dengan berdekatan atau bersentuhan langsung dengan pasien lupus,” tegas dr. Sandra.