Membangun Masa Depan Glengoyne dan Tamdhu di Indonesia
Meski baru memulai perjalanan di Indonesia, Ian Macleod Distillers telah memiliki visi jangka panjang terhadap pasar ini.
Edhi mengatakan fokus utama dalam beberapa tahun ke depan adalah membangun fondasi merek yang kuat dan memperkenalkan kualitas kedua whisky tersebut kepada lebih banyak konsumen.
"Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, kami ingin membangun hubungan yang semakin kuat antara distributor dan pemilik brand. Kami juga ingin membangun brand equity yang kuat di pasar lokal sehingga semakin banyak orang dapat mencicipi, memahami, dan mengenal kualitas Glengoyne maupun Tamdhu," ujarnya.
Edhi pun berharap kedua brand tersebut dapat berkembang menjadi salah satu nama penting dalam kategori single malt di Indonesia.
"Harapan kami suatu hari nanti Glengoyne dan Tamdhu dapat menjadi salah satu brand single malt terkemuka di Indonesia," kata Edhi.

Dalam sesi diskusi, Gordon juga menjawab pertanyaan mengenai bagaimana Ian Macleod Distillers menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, dua hal yang sering dianggap bertolak belakang dalam industri whisky.
Menurutnya, inovasi tidak harus berarti meninggalkan akar tradisi yang telah membangun karakter sebuah brand selama puluhan tahun.
"Jika melihat Glengoyne, banyak orang mengenalnya sebagai whisky yang identik dengan sherry cask. Namun, kami juga menjadi salah satu distillery pertama yang memperkenalkan berbagai jenis cask finish. Itu menunjukkan bahwa kami tidak takut berinovasi dan mengeksplorasi karakter rasa baru," jelasnya.
Ia menyebut, Glengoyne mampu menunjukkan karakter yang berbeda ketika dimatangkan dalam berbagai jenis cask, mulai dari sherry, bourbon hingga Mizunara oak.
"Kami selalu berfokus pada bagaimana Glengoyne dapat menghadirkan rasa terbaik dalam berbagai jenis cask. Inovasi bagi kami adalah mengeksplorasi rasa tanpa kehilangan identitas asli whisky tersebut," katanya.
Pendekatan serupa juga diterapkan pada Tamdhu. Meski seluruh produksinya berfokus pada sherry cask, Gordon menegaskan bahwa dunia sherry sendiri menawarkan spektrum karakter yang sangat luas untuk dieksplorasi.
"Sherry bukanlah satu rasa yang tunggal. Ada begitu banyak karakter berbeda yang bisa dihasilkan. Ada whisky yang cocok dinikmati setelah makan malam, ada yang cocok dipadukan dengan cigar, bahkan ada yang dapat digunakan dalam kreasi kuliner. Inovasi tetap bisa dilakukan tanpa meninggalkan filosofi utama kami," tutupnya.
Baca Juga: Tamdhu dan Glengoyne Hadir untuk Penikmat Single Malt di Indonesia, Ini Keistimewaannya