Nama Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab disapa Kiki Widyasari kini menjadi salah satu figur penting di sektor keuangan Indonesia. Perempuan yang memiliki pengalaman panjang di pasar modal ini dikenal meniti karier dari berbagai lembaga keuangan, mulai dari industri bursa hingga regulator nasional.
Perjalanan profesionalnya mencerminkan pengalaman yang luas dalam ekosistem keuangan Indonesia. Sebelum dipercaya memimpin regulator sektor jasa keuangan, ia telah berkiprah di berbagai institusi penting seperti Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, hingga perusahaan sekuritas.
Menariknya, sebelum terjun sepenuhnya ke dunia finansial, Friderica sempat dikenal publik sebagai model dan bintang sinetron pada era 1990-an. Namun dalam lebih dari dua dekade terakhir, ia menunjukkan konsistensi berkarier di sektor pasar modal dan lembaga keuangan hingga menjadi salah satu tokoh penting dalam tata kelola sektor keuangan nasional.
Baca Juga: Menengok Strategi Friderica Widyasari Dewi Percepat Reformasi Pasar Modal
Latar Belakang Pendidikan
Karier profesional Friderica ditopang oleh latar belakang pendidikan yang kuat. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada.
Setelah itu, ia melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di California State University Fresno, Amerika Serikat.
Pada 2019, Friderica meraih gelar doktor (Ph.D.) di bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat cum laude.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Friderica Widyasari Dewi, Sosok Pengganti Pucuk Pimpinan OJK
Karier di Bursa Efek Indonesia
Karier Friderica di industri pasar modal mulai menonjol ketika ia bergabung dengan Bursa Efek Indonesia pada pertengahan 2000-an.
Selama lebih dari satu dekade berkarier di lembaga penyelenggara perdagangan saham tersebut, ia menempati berbagai posisi strategis. Mulai dari Kepala Divisi Komunikasi, Sekretaris Perusahaan, hingga dipercaya menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI pada periode 2009–2015.
Dalam posisi ini, Friderica terlibat dalam berbagai program penguatan pasar modal, termasuk pengembangan produk investasi serta upaya meningkatkan partisipasi investor domestik di pasar saham Indonesia.
Baca Juga: Friderica Widyasari Dewi Diangkat Jadi Ketua Sekaligus Wakil Dewan Komisioner OJK
Memimpin Kustodian Sentral Efek Indonesia
Setelah meninggalkan BEI, Friderica melanjutkan kariernya di Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Ia menjabat sebagai Direktur Keuangan KSEI pada 2015–2016, sebelum kemudian dipromosikan menjadi Direktur Utama KSEI pada periode 2016–2019.
Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab atas pengelolaan sistem kustodian yang menyimpan dan mengadministrasikan aset investor di pasar modal. Peran KSEI sangat vital karena lembaga ini memastikan keamanan serta pencatatan kepemilikan efek investor, termasuk saham dan obligasi yang diperdagangkan di bursa.
Memimpin Perusahaan Sekuritas
Pada 2020, Friderica melanjutkan kariernya di sektor industri keuangan dengan memimpin perusahaan sekuritas. Ia ditunjuk sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas untuk periode 2020–2022.
Di perusahaan tersebut, ia memimpin berbagai aktivitas bisnis yang berkaitan dengan perdagangan saham, penjaminan emisi efek (underwriting), serta layanan investasi bagi investor institusi maupun ritel. Pengalaman ini memperluas perspektifnya terhadap dinamika industri pasar modal dari sisi pelaku usaha.
Bergabung dengan Otoritas Jasa Keuangan
Karier Friderica kemudian berlanjut ke sektor regulator ketika ia dipercaya menjadi bagian dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan.
Sejak 2022, ia menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, sekaligus anggota Dewan Komisioner OJK.
Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab mengawasi perilaku lembaga jasa keuangan, meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat, dan memperkuat perlindungan konsumen di sektor keuangan. Peran ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan tingkat kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan.
Ketua Dewan Komisioner OJK
Puncak karier Friderica terjadi pada Maret 2026, ketika Komisi XI DPR RI menetapkannya sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031. Penunjukan ini menjadikannya perempuan pertama yang memimpin regulator sektor keuangan Indonesia tersebut.
Sebelum penetapan resmi tersebut, ia juga sempat menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua dan Wakil Ketua OJK pada awal 2026 setelah terjadi perubahan kepemimpinan di lembaga tersebut.
Sebagai Ketua OJK, Friderica memimpin institusi yang bertanggung jawab mengatur dan mengawasi seluruh sektor jasa keuangan di Indonesia, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank.