Chief Operating Officer PT Djarum, Victor Rachmat Hartono mengaku keluarganya selalu terbuka soal pembagian harta warisan. Saking terbukanya pembahasan harta warisan bahkan telah dilakukan orang tuanya saat ia bersama saudara-saudaranya masih berusia anak-anak.

Viktor mengatakan, saat dirinya baru berusia 12 tahun ia sudah diperkenalkan ke notaris keluarga, di mana ia ditunjukan harta miliki keluarga dan apa saja langkah yang harus ia ambil ketika orang tuanya telah tiada. 

Baca Juga: Kisah Grup Djarum Akuisisi Bakmi GM, Kuliner Legendaris Indonesia

"Keluarga saya tuh untungnya tipe yang sangat berani ngomong gitu loh. Urusan kematian, untuk urusan bagi harta, segala macem. Saya umur 12 tuh diajak sama papa sama mama saya ke notaris. Nih ya, kamu kan udah cukup gede sekarang. Jadi kita mesti kenalin, ini notaris kita, lawyer kita. Kalau papa sama mama meninggal, kamu cari ini orang. Surat warisannya kita ada di dia. Kita kasih tau lah sekarang isinya apa," kata Viktor dilansir Olenka.id Minggu (31/8/2025). 

Sistem transparansi yang diterapkan di keluarga Viktor membuat seluruh anggota keluarga menjadi melek hukum pembagian harta warisan yang diatur oleh sistem hukum dan Undang-undang yang berlaku di Indonesia. Pola seperti ini bikin seluruh anggota keluarga paham mengenai pembagian harta gono gini.

Hal itu tersebut juga berimbas pada keharmonisan dan kerukunan keluarga, sebab tak ada satupun dari mereka yang dikemudian hari meributkan harta warisan. Seperti diketahui bersama, pembagian warisan keluarga kerap menjadi pemicu keretakan hubungan persaudaraan dalam satu keluarga, saling rebut dan saling klaim warisan menjadi perkara yang lazim terjadi di berbagai keluarga konglomerat di Indonesia.  

"Pokoknya (pembagian warisan) sesuai hukum Indonesia lah. Nih, liat nih surat warisannya," ujarnya. 

Menurut Viktor, pembagian warisan dalam hukum  Indonesia sudah diatur dengan sangat jelas, setiap anak mendapat warisan sesuai porsinya masing-masing. Kendati sudah jelas, namun ia mengakui pembagian warisan kerap berjalan tak sesuai harapan karena berbagai faktor salah satunya adalah masalah istri atau perempuan simpanan yang kerap kali ikut menuntut warisan. Untuk itu semua anggota keluarganya sudah diajarkan pengetahuan dasar dalam pembagian harta warisan sejak mereka masih anak-anak. 

Baca Juga: Fakta Buku Jokowi's White Paper

"Jadi, karena papa saya, om saya tuh tipe yang sadar benar bahwa salah satu yang bisa ngancurin akal harmonisasi keluarga adalah banyak ani-aninya," pungkasnya.