Kehadiran kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh mulanya direspons berbagai tanggapan dari masyarakat, banyak yang menyambut antusias kehadiran moda transportasi darat itu, mereka gembira sebab kehadiran Whoosh dianggap mampu memangkas waktu perjalanan antar kota, tetapi di sisi lain justru muncul ramalan horor yang memprediksi kehadiran Whoosh sebagai proyek mangkrak, bakal sepi penumpang dan akhirnya gulung tikar. 

Namun semua ramalan jahat itu kini telah berhasil dipatahkan, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membuktikan bahwa Whoosh adakah proyek tepat sasaran yang kehadirannya sangat membantu mobilitas masyarakat. 

Baca Juga: Asal Usul Nama Whoosh: Ide Jokowi yang Kini Menjadi Sebuah Brand Besar

“Mereka bilang, (Whoosh) pasti menjadi proyek  ngangkrak. Ngapain anda masuk, Kalaupun ada penumpangnya, begitu anda kenaikan tarif nggak akan ada orang naik whoosh,” Kata Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi menceritakan berbagai keraguan publik terhadap kehadiran Whoosh sebagaimana dilansir Olenka.id Jumat (7/3/2025). 

Semua keraguan publik dijawab dengan berbagai kerja keras PT Kereta Cepat Indonesia China, hasilnya justru sangat memuaskan sekaligus menjadi tamparan yang keras bagi pihak-pihak yang meragukan proyek ini. Salah satu indikator kesuksesan Whoosh dapat dilihat dari jumlah penumpang yang terus bertambah setiap waktu.  Kereta cepat Jakarta-Bandung yang dulunya diragukan dan dipandang pesimis itu kini berdiri optimis untuk menjadi primadona baru sebagai moda transportasi yang paling digemari masyarakat.

“Semua tantangan, semua challenge kami jawab dengan kerja, kerja dan kerja dibantu oleh semua stakeholder yang Alhamdulillah selesai…… Sampai hari ini hit penumpang per hari sudah mencapai 24.135 penumpang,” beber Dwiyana. 

Setelah sukses membetot perhatian publik, PT Kereta Cepat Indonesia China terus berbenah dan berupaya menghadirkan berbagai gebrakan baru, mereka mencari berbagai cara untuk meningkatkan eksistensi mereka di berbagai sektor termasuk meningkatkan dan memperluas ruang lingkup bisnis 

Baca Juga: Menipis Isu Kanibalisasi Bisnis Whoosh Versus PT KAI

“Kita sekarang bagaimana berjuang untuk  bisa sustain dan secara operasional dan bisnis. Inilah yang saat ini kita coba optimalkan,” pungkas Dwiyana.