Sementara itu, sambung Gabriela, Frosty Vanilla menghadirkan interpretasi baru dari aroma klasik yang disukai banyak orang.

“Vanilla itu sebenarnya klasik dan semua orang suka. Tapi di Frosty Vanilla ini, ada tambahan freshness dari raspberry yang menyeimbangkan manisnya. Rasanya seperti makan es krim vanilla dengan buah segar di atasnya, langsung kebayang dan terasa segar,” katanya.

Berbeda lagi dengan Pink Cupcake, yang penuh energi dan keceriaan.

“Pink Cupcake itu sangat playful dan fun. Aromanya seperti pastry yang baru keluar dari oven, dengan frosting krim dan buah beri di atasnya. Sangat ceria, sangat energetik,” jelas Gabriela.

Lebih jauh, Gabriela menekankan bahwa parfum kini tidak lagi sekadar mencerminkan siapa kita, tetapi juga siapa yang ingin kita tampilkan hari itu.

“Sekarang parfum sering dikaitkan dengan personality atau identitas. Tapi bukan berarti hanya boleh dipakai oleh tipe orang tertentu. Banyak anak muda yang hari ini ingin tampil feminin, besok ingin terlihat profesional dan confident. Parfum membantu kita menjadi versi diri yang ada di pikiran kita,” ungkapnya.

Jika diinterpretasikan secara personal, Gabriela membayangkan Matcha Twist cocok untuk sosok yang tenang, kreatif, modern, dan elegan.

Sementara itu, Frosty Vanilla menggambarkan karakter yang klasik, lembut, namun tetap charming. Dan terakhir, kata dia, Pink Cupcake identik dengan pribadi yang ceria, penuh energi positif, playful, dan fun.

“Semua ini interpretatif. Bisa beda-beda tergantung mood dan occasion. Makanya harus dicoba, di-snip, disemprot sendiri karena wanginya bisa terasa berbeda di setiap orang,” tutup Gabriela.

Baca Juga: Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert, Mood Auto Sweet Seharian!