Karena itu, pihaknya terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai proses bayi tabung yang sebenarnya dilakukan secara medis tanpa melakukan rekayasa genetika.
“Kita sebisa mungkin terus mengedukasi masyarakat juga terkait dengan hal ini. Bahwa semua prosesnya ini, proses kedokteran tentunya ada. Tapi, tetap Tuhan yang mengembangkan. Kita tidak merekayasa genetika dan sebagainya, itu tidak,” jelas dr. Laura.
dr. Laura menerangkan, perbedaan utama antara proses kehamilan alami dan IVF hanya terletak pada lokasi terjadinya pembuahan.
Jika pada kehamilan alami pembuahan terjadi di organ reproduksi, maka pada program bayi tabung proses penyatuan sel telur dan sperma dilakukan di laboratorium.
“Jadi memang ini proses penyatuan sel telur dan sebagainya itu bedanya hanya di luar. Biasanya kan kita langsung menemukan di organ reproduksi, ini di dalam laboratorium,” ujarnya.
Setelah proses pembuahan berlangsung, perkembangan embrio hingga tahap transfer embrio tetap berlangsung secara alami mengikuti proses biologis tubuh manusia.
“Tetapi setelah itu perkembangan sel telur sampai nanti di embrio transfer, itu semua murni memang proses dari sisi manusianya sendiri,” tutup dr. Laura.
Baca Juga: Program IVF Tidak Instan, Dokter Jelaskan Tahapan hingga Faktor Keberhasilannya