Growthmates, usia 20-an menjadi fase penting dalam membangun fondasi kehidupan, termasuk dalam mengembangkan pola pikir, daya juang, dan keberanian mengambil keputusan.
Namun, di tengah derasnya arus informasi dan paparan media sosial, anak muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kebiasaan membandingkan diri hingga ketakutan menghadapi kegagalan.
Financial Planner sekaligus CEO & Principal Consultant Zap Finance, Prita Hapsari Ghozie, SE, MCom, GCertFP, menilai, ada tantangan berbeda bagi anak muda yang tumbuh dengan privilege atau keistimewaan ekonomi dan mereka yang tidak memilikinya.
Keduanya, kata Prita, memiliki risiko tersendiri yang dapat memengaruhi cara mereka memandang kehidupan dan menentukan langkah ke depan.
Menurut Prita, bagi anak muda yang memiliki banyak privilege dari keluarga, misalnya, tantangan utamanya adalah membangun daya juang ketika berbagai kebutuhan sudah tersedia. Kemudahan tersebut dapat menjadi keuntungan, tetapi tetap perlu diimbangi dengan kemauan untuk berusaha dan mengembangkan kemampuan diri.
“Di umur 20, paling bahaya tuh sebenarnya dua. Kalau misalnya kita punya banyak privilege dari keluarga, ini cuma tinggal masalah kamu tuh punya daya juang apa enggak,” tutur Prita, sebagaimana Olenka kutip dari Instagram @unscriptedbytheresa, Sabtu (10/10/2026).
Prita melanjutkan, tantangan generasi muda saat ini juga semakin besar karena media sosial membuat mereka terpapar kehidupan dan pencapaian orang lain dalam skala yang jauh lebih luas.
Jika dahulu seseorang mungkin hanya membandingkan diri dengan tetangga atau orang-orang di lingkungan sekitar, lanjut dia, kini perbandingan tersebut dapat meluas hingga ke berbagai belahan dunia.
“Kalau dulu tuh orang cuma bilang membandingkan diri dengan tetangga, ya paling sekompleks doang. Kalau sekarang kompleksnya seluruh dunia. Kita bisa lihat semuanya di media sosial,” katanya.
Baca Juga: Financial Trainer Ungkap Alasan Orang Sulit Menabung dan Cara Mengubah Pola Pikir