Pemikiran ini juga tercermin dalam perjalanan karier Zuckerberg. Ia mendirikan Facebook pada 2004 saat masih menjadi mahasiswa Universitas Harvard sebelum akhirnya memutuskan keluar dari bangku kuliah demi mengembangkan perusahaan yang kini menjadi salah satu raksasa teknologi dunia.

Pada 2021, perusahaan induknya berganti nama menjadi Meta sebagai bagian dari transformasi menuju pengembangan metaverse, sekaligus memperluas ekosistem platform seperti Instagram dan WhatsApp.

Hingga kini, kutipan tersebut masih relevan dalam berbagai aspek kehidupan. Banyak orang menunda mengambil langkah karena takut gagal, takut dikritik, atau khawatir hasilnya tidak sesuai harapan.

Padahal, pengalaman justru menjadi guru terbaik untuk memperbaiki diri dan menemukan peluang baru.

Dalam kehidupan sehari-hari, filosofi ini dapat diterapkan dengan berani mencoba tantangan baru, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, serta terus belajar dari setiap pengalaman.

Keluar dari zona nyaman, mengembangkan keterampilan baru, dan beradaptasi dengan perubahan merupakan cara untuk terus bertumbuh, baik secara pribadi maupun profesional.

Baca Juga: Mengintip Rutinitas Mark Zuckerberg, Ini Lho yang Dilakukan CEO Facebook Setiap Pagi