Film keluarga berjudul Andai Waktu Bisa Diulang Kembali akan mewarnai industri film layar lebar Tanah Air pada akhir bulan ini. Tayang serentak pada 30 Juli 2026, film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali merupakan karya kolaborasi antara rumah produksi Langit Pictures dan FMM Studios.

Penulis dan Produser FMM Studios, M. Ali Ghifari, mengungkapkan bahwa judul tersebut dipilih selaras dengan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton mengenai betapa berharganya waktu dalam kehidupan.

Baca Juga: Film Cek Khodam Tayang 16 Juli 2026: Horor-Komedi dengan Sentuhan Satire Kehidupan Masyarakat Modern

Ghifari menyebut, film ini menekankan bahwa seberapa ingin dilakukan, seseorang tak mungkin bisa memutar waktu kembali. Maka dari itu dibutuhkan kebijaksanaan dalam bertindak dan mengambil keputusan sehingga tidak menimbulkan penyesalan di akhir. 

"Film ini berawal dari hal sederhana, tetapi berharga. Pesannya bahwa manusia tidak akan bisa memutar waktu sehingga harus hati-hati dalam mengambil keputusan. Waktu menjadi sesuatu yang paling mahal, tidak akan bisa diulang," ungkap Ghifari dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Sinopsis dan Para Pemain

Ia menambahkan, pesan-pesan tersebut semakin dipertegas dengan alur cerita dan karakter-karakter yang dibangun dalam film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali. Secara garis besar, film ini menawarkan kisah emosional tentang cinta, keluarga, pilihan hidup, dan penyesalan.

Baca Juga: Main di Film 402 Rumah Sakit Angker Korea, Ini Dia Sosok dan Jejak Karier Diandra Agatha

Cerita film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali  berpusat pada Dinar, perempuan yang menghadapi tekanan ekonomi, biaya kuliah, utang keluarga, dan kondisi kesehatan ibunya. Kehidupannya berubah ketika ia bertemu Faiz dan Firman yang membawa Dinar pada pilihan sulit.

Davina Karamoy tampil kuat dan menyentuh sebagai Dinar. Ia mampu menyampaikan kesedihan, kebimbangan, dan tekanan melalui ekspresi yang natural tanpa harus mengandalkan banyak dialog. Davina juga mengubah penampilannya demi memperkuat karakter Dinar. Ia tampil dengan poni yang membuat sosok Dinar terlihat lebih sederhana, dekat, dan sesuai dengan latar cerita film.

Farhan Rasyid tampil sebagai Faiz dan layak disebut sebagai hidden gem dunia perfilman Indonesia. Aktingnya tenang, tidak berlebihan, tetapi mampu memberikan kesan emosional yang kuat.

Chemistry Davina dan Farhan menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Bahkan dalam beberapa adegan tanpa dialog, tatapan dan bahasa tubuh keduanya mampu menyampaikan rasa cinta, kehilangan, serta perasaan yang belum selesai.

Selain Davina Karamoy dan Farhan Rasyid, film ini juga dibintangi Bismo Satrio, Nadzira Shafa, Mazack, Vonny Anggraini, Kenji Sati, dan Nashwa Fadhillah. Kehadiran para pemain pendukung membuat konflik dan perjalanan Dinar semakin hidup.