Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia Mahfud MD turut menyoroti langkah Pihak Kepolisian dan Kejaksaan Agung yang saling bongkar kasus korupsi yang terjadi di dua instansi penegak hukum itu.

Terlepas dari isu saling sandera dan perang antar seragam, Mahfud menilai langkah ini bagus untuk memberantas korupsi yang selama ini nyaris tak tersentuh. Langkah kedua institusi ini patut diapresiasi.

Baca Juga: Kejahatan-kejahatan Febrie Adriansyah

“Silakan berlomba-lomba untuk saling membongkar korupsi. Itu bagus untuk pemberantasan korupsi,” kata Mahfud di akun X miliknya dilansir Senin (13/7/2026).

Baru-baru ini Polri melalui Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) menggeledah sejumlah lokasi dan menyita uang tunai ratusan miliar serta emas batangan 74 kilogram. 

Aksi ini sempat memicu ketegangan setelah puluhan anggota TNI mendadak dikerahkan untuk menjaga ketat rumah 

Febrie Adriansyah  yang masih aktif menjabat Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Kekinian yang bersangkutan telah ditetapkan menjadi tersangka dalam tiga kasus yakni kasus korupsi batu bara, Asabri dan Krakatau Steel.

"Selamat kepada Polri yang telah menjebol tembok persembunyian harta-harta yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya," ujar Mahfud.

Penggeledahan hingga penetapan Febrie menjadi tersangka dilakukan Polri setelah Kejagung membongkar korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini melibatkan sejumlah petinggi Polri baik yang masih aktif maupun yang telah purnawirawan.

Baca Juga: Prabowo Soroti Penanganan Korupsi oleh Kortas Tipikor

Mahfud sekali lagi menegaskan dirinya mendukung penuh langkah kedua instansi itu untuk saling membongkar kasus korupsi yang merugikan negara.

"Selamat kepada Kejagung yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG," tandasnya.