Pecinta film Tanah Air pastinya sudah tak asing bila mendengar nama Lukman Sardi. Belakangan, sang aktor kembali disorot berkat perannya dalam film Ghost in the Cell. 

Dalam film garapan sutradara Joko Anwar ini, Lukman Sardi memerankan karakter Pendi, salah satu narapidana penghuni Lapas Labuhan Angsana. Karakter yang diperankannya itu diceritakan sebagai sosok yang memahami konsekuensi berbahaya dari berbicara atau mengungkap sesuatu dalam situasi yang menegangkan di dalam sel.

Terlepas dari film terbarunya, berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (3/5/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Lukman Sardi.

Baca Juga: Berkenalan dengan Kiki Narendra, Intip Perjalanan Karier Sang Aktor!

Profil Lukman Sardi

Lukman Sardi merupakan aktor kelahiran 14 Juli 1971. Bakat seninya sudah mengalir sejak lahir, mengingat ia berasal dari keluarga musisi. 

Ayahnya adalah pemain biola legendaris, Idris Sadri. Selain itu, Lukman juga merupakan cucu dari Sardi, seorang komponis sekaligus pengarah musik profesional di Tanah Air.

Mengutip dari laman LinkedIn miliknya, aktor keturunan Jawa-Bugis ini telah menyelesaikan pendidikan tingginya di Fakultas Hukum Universitas Trisakti sebelum akhirnya terjun penuh ke dunia hiburan.

Perihal kehidupan pribadinya, Lukman Sardi telah menikah dengan Pricillia Pullunggono pada 28 Maret 2009. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak, yaitu Akiva Dishan Ranu Sardi, Akira Deshawn Yi Obelom Sardi, dan Akino Dashan Kaimana Sardi.

Baca Juga: Berkenalan dengan Dimas Danang Suryonegoro, Intip Jejak Karier Aktor Film Ghost in the Cell

Perjalanan Karier

Sebelum dikenal luas sebagai aktor, Lukman Sardi sempat menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari penjual asuransi hingga mendirikan taman kanak-kanak. Kesempatan di dunia hiburan datang saat ia bermain dalam sinetron Cinta Yang Kumau, yang kemudian membawanya mendapat tawaran dari Mira Lesmana untuk mengikuti audisi film Gie. Meski hanya mendapat peran kecil, penampilannya berhasil mencuri perhatian.

Namun, kiprah Lukman di dunia seni peran sebenarnya sudah dimulai sejak kecil. Ia pernah membintangi sejumlah film seperti Kembang-Kembang Plastik, Pengemis dan Tukang Becak, hingga Anak-Anak Tak Beribu, yang menjadi awal perjalanan aktingnya.

Seiring waktu, kariernya berkembang pesat dengan membintangi berbagai film dari beragam genre. Namanya semakin dikenal lewat film-film seperti Laskar Pelangi, Sang Pencerah, Merah Putih, hingga Sang Penari. Ia juga tampil dalam deretan film populer lainnya seperti Jenderal Soedirman, Night Bus, Sweet 20, dan Jailangkung.

Dalam beberapa tahun terakhir, Lukman tetap aktif dengan membintangi film seperti Gundala, Penyalin Cahaya, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, hingga Autobiography. Ia juga terlibat dalam berbagai proyek lain seperti Virgo and the Sparklings, Kuasa Gelap, dan Kabut Berduri, serta tampil dalam film terbaru Ghost in the Cell yang kini tengah tayang di bioskop Tanah Air.

Selain film layar lebar, Lukman Sardi juga tampil dalam berbagai film pendek, serial web, hingga serial televisi yang semakin memperluas jangkauan perannya di dunia hiburan.

Tak hanya sebagai aktor, ia juga aktif di balik layar sebagai produser dan sutradara. Sejumlah film yang melibatkan dirinya di antaranya Di Balik 98, Surat Cinta untuk Kartini, 3 Dara, 99 Nama Cinta, hingga Glenn Fredly the Movie, dan berbagai proyek lainnya.

Prestasi dan Penghargaan 

Sepanjang kariernya, Lukman Sardi telah meraih berbagai penghargaan dan nominasi dari sejumlah ajang bergengsi di industri perfilman Indonesia.

Baca Juga: Berkenalan dengan Bront Palarae, Aktor Asal Malaysia yang juga Berkarier di Tanah Air

Pada 2018, ia masuk nominasi Indonesian Movie Actors Awards untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik dan Terfavorit lewat Surat Kecil untuk Tuhan. Di tahun yang sama, ia juga dinominasikan sebagai Aktor Utama Pilihan di Festival Film Tempo melalui 27 Steps of May.

Namanya kembali masuk nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia 2019. Puncaknya, pada 2020 ia berhasil meraih penghargaan Aktor Utama Terpilih di Piala Maya serta memenangkan Pemeran Utama Pria Terbaik di Indonesian Movie Actors Awards.

Di tahun-tahun berikutnya, Lukman tetap konsisten masuk dalam berbagai nominasi, di antaranya melalui Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah, Paranoia, dan Penyalin Cahaya. Ia juga mendapat nominasi lewat perannya di serial web Kupu Malam serta film Sehidup Semati dan Kabut Berduri.