Pakar hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Jentera, Bivitri Susanti mengkritik keras latihan dasar militer (latsarmil) yang menyasar masyarakat sipil dalam program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Harus diakui latsarmil belakangan jamak ditemukan dalam program pemerintahan yang melibatkan masyarakat sipil. Terbaru latsarmil kembali digelar untuk menggembleng Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang berbuntut tewasnya lima peserta.

Baca Juga: Kemhan Stop Latsarmil Setelah Lima Nyawa Melayang

Menurut Bivitri, latihan dasar militer yang dipakai untuk membina warga sipil adalah sesuatu yang tak masuk akal. Sayangnya sampai saat ini pemerintah juga tak memberi alasan spesifik mengenai pemilihan metode latihan tersebut.

“Bahkan ada rencana Sekolah Rakyat itu juga nanti akan dilatih militer. Ini sudah ramai di media sosial," ujar Bivitri di kanal Youtube Hendri Satrio, Rabu, (1/7/2026)

"Tentu saja (tujuan) bisa dijelaskan. Tapi pertanyaan mendasarnya adalah kenapa dari awal program latsarmil yang dipilih untuk melatih para calon manajer kopdes," tambahnya.

Latihan dasar militer disebut-sebut sebagai cara paling ampuh membentuk kedisiplinan, namun bagi Bivitri itu hanya mitos yang dibangun pemerintah untuk memuluskan tujuan militerisasi masyarakat sipil. Kedisiplinan kata dia bisa dibentuk lewat berbagai cara tanpa melalui pendidikan militer.

"Saya nggak setuju. Menurut saya itu mitos yang dibangun oleh orang-orang yang menginginkan militerisasi," ujarnya.

Bivitri mengatakan jangan sampai latihan dasar militer yang diberlakukan untuk masyarakat sipil bertujuan untuk membentuk masyarakat yang patuh, dalam artian masyarakat yang tak bisa protes dan siap menerima apapun perintah atasan. 

Apabila kekhawatirannya itu benar adanya, maka ke depan Indonesia bakal kehilangan masyarakat yang bisa berpikir kritis.

Baca Juga: Gerindra Ogah Ambil Pusing dengan Urusan Blusukan Jokowi

"Jadi saya punya kecurigaan, dan kita diskusikan terus, namanya juga skeptisisme, bahwa militer ini salah satunya digunakan untuk melahirkan warga-warga yang patuh," pungkasnya