Kementerian Pertahanan resmi menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program latihan yang menjadi bulan-bulanan masyarakat itu dihentikan setelah lima orang yang terlibat dalam penggemblengan ini dinyatakan tewas karena berbagai alasan.

Baca Juga: 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas, Pigai Langsung Tunjuk Hidung Kemhan!

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, setelah menghentikan latsarmil pihaknya memutuskan untuk mengganti kegiatan itu dengan latihan bela negara dan manajerial.

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," katanya dilansir Selasa (30/6/2026).

Kemenhan telah melakukan evaluasi mendalam pasca tragedi tewasnya lima peserta tersebut. Ke depan latihan militer yang berhubungan dengan latihan fisik bakal dikurangi untuk meminimalkan kejadian serupa.

Latihan bela negara dan manajerial bakal berfokus pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi merah putih.

Belajar dari peristiwa tewasnya lima peserta itu, Kemenhan bakal lebih memperhatikan lagi kondisi kesehatan para peserta baik sebelum dan sesudah latihan.

Baca Juga: Kenapa Lokasi Gerai Kopdes Merah Putih Ada yang Kurang Strategis?

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," pungkas Rico.