Lansia dengan diabetes bukan berarti harus memaksakan diri melakukan olahraga berat agar tetap aktif. Bahkan, gerakan sederhana sambil duduk di kursi atau berbaring di tempat tidur pun bisa menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap bergerak.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Bung Karno Surakarta, dr. Agus Nurrohman, Sp.PD, FINASIM, mengatakan aktivitas fisik merupakan salah satu bagian penting dalam pengelolaan diabetes pada lansia, selain mengatur pola makan dan menggunakan obat sesuai anjuran dokter.

Hal tersebut disampaikan dr. Agus dalam program Healthy Talk “Panduan Cerdas Menghadapi Diabetes pada Lansia” yang tayang di YouTube Tribunnews dan Tribun Health, dikutip pada Jumat (23/10/2026).

Menurut dr. Agus, aktivitas fisik tidak harus berupa olahraga yang menguras tenaga. Lansia dapat melakukan gerakan sesuai dengan kemampuan tubuh, termasuk ketika sedang duduk atau berada di tempat tidur.

“Aktivitas itu bisa dilakukan di tempat tidur, di kursi,” jelas dr. Agus.

Gerakan sederhana tetap dapat memberikan manfaat bagi lansia dengan diabetes. Selain membantu menjaga kadar gula darah, aktivitas fisik juga dapat mendukung kebugaran dan mengurangi risiko tubuh menjadi kaku karena terlalu lama tidak bergerak.

Baca Juga: Kabar Baik bagi Pasien Diabetes! Insulin Kini Bisa Diakses di Puskesmas dan Di-cover JKN

Jangan Biarkan Lansia Terlalu Lama Diam

Kemampuan fisik setiap lansia tentu berbeda. Ada yang masih mampu berjalan dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri, tetapi ada pula yang memiliki keterbatasan gerak akibat penyakit penyerta atau kondisi setelah mengalami stroke.

Karena itu, aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Lansia yang tidak mampu melakukan olahraga seperti orang yang lebih muda tetap dapat dibantu melakukan gerakan yang memungkinkan, selama sesuai dengan kemampuan dan arahan tenaga kesehatan.

dr. Agus juga mengingatkan bahwa terlalu sedikit bergerak dapat membuat tubuh menjadi kaku.

Bagi lansia yang lebih banyak berbaring, keluarga dapat membantu mengubah posisi tubuh secara berkala. Langkah sederhana ini penting agar tubuh tidak terus berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Stamina Menurun, Diabetes Juga Bisa Datang Tanpa Gejala

Sementara bagi lansia yang pernah mengalami stroke, latihan gerak dan fisioterapi dapat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan setelah kondisi stabil.

Keluarga biasanya akan mendapatkan arahan dari rumah sakit mengenai latihan yang dapat dilakukan di rumah.

Perlu dicatat bahwa tetap aktif bukan berarti harus melakukan olahraga berat. Bagi lansia dengan diabetes, gerakan sederhana yang dilakukan sesuai kemampuan dapat menjadi cara untuk membantu menjaga tubuh tetap aktif dan mendukung pengelolaan kesehatan sehari-hari.